El-Jinjizy

Icon

Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti

Kebudayaan dan Sikap Seorang Muslim

OrnamentIslam merupakan agama yang mempunyai karakteristik universal, yang diturunkan untuk semua penghuni langit dan bumi. Tidak seperti Yahudi dan Nasrani, dimana Nabi Musa dan Nabi Isa ‘Alaihimassalam memang diutus khusus untuk Bani Israil saja. demikian pula dengan kebudayaan Islam (tsaqafah), ia juga mempunyai sifat universal yang mana akan membuka diri (inklusif) terhadap beraneka ragam kebudayaan tetapi tetap bersandar kepada berbagai syarat dan ketentuan tertentu seperti misalnya bermanfaat dan aman bagi akalnya, dirinya dan agamanya. Bukan kemudian malah sebaliknya, membahayakan.

Kebudayaan yang merupakan hasil perpaduan dari ideologi, pemikiran, ilmu pengetahuan, pengaruh pergaulan dan hubungan sosial di antara manusia, akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan dalam kehidupan masyarakat yang selalu berada dalam posisi mempengaruhi dan dipengaruhi. Oleh karena itu, saat ini ataupun sejak dahulu kala akan sangat sulit untuk menemukan suatu masyarakat yang benar-benar memiliki budaya aslinya yang steril dari kebudayaan-kebudayaan asing. Hal ini pun berlaku terhadap masyarakat Timur maupun Barat, masyarakat muslim maupun masyarakat non-muslim. Read the rest of this entry »

Filed under: Dakwah, Islamic Politics, Islamic World , , ,

Islamic Studies: Menyambut Tantangan Globalisasi

 “Globalism refers to perception and reality of the boardeless world, which allows the spread of ideas from one country to another within or outside the same continent.” Jan Aart Scholte

“Islam tidak dapat ditaklukkan dengan darah dan air mata, tetapi dengan cinta kasih dan doa.” Raymond Lull, Tokoh Misionaris Kristen

Globalisasi telah berlangsung sejak beberapa dekade terakhir di hampir berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak dapat dipungkiri pada satu sisi, globalisasi memang merupakan peluang, yang muncul antara lain dalam bentuk kemungkinan-kemungkinan perdagangan, investasi antar negara dan kerja sama. Pada sisi lain, globalisasi juga merupakan tantangan atau ancaman, yakni berupa kemungkinan masuknya pengaruh-pengaruh asing yang dapat mengaburkan nilai-nilai agama dan kebangsaan. Read the rest of this entry »

Filed under: Islamic World

Pemerintahan, Pemimpin dan Islam

Pemerintahan, Pemimpin dan Islam
Terkadang banyak orang sudah salah mempersepsikan pemerintahan Islam. Ada yang mengatakan nanti semuanya menjalankan pemerintahan sesuai agama Islam saja dan mengabaikan agama lain, ada pula yang mengatakan non-muslim tidak dapat hidup dengan bebas karena terkekang, ada pula yang mengatakan pasti akan menjadi pemerintahan agama yang menunjuk para ulamanya adalah pemerintahan tertinggi dan berbagai pandangan lainnya.
Pemerintahan Islam bukanlah pemerintahan teokrasi sebagaimana yang dipahami oleh Barat pada abad pertengahan, akan tetapi pemerintahan Islam adalah pemerintahan sipil yang berasaskan Islam. Inilah mengapa pemerintahan Islam bersandar kepada sebuah rujukan yang bukan berasal dari mereka sendiri dan mereka tidak mempunyai hak untuk mengubahnya. Di sini yang dimaksud adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rosul-Nya. Dalam artian penegaknya bukanlah tokoh-tokoh agama namun orang yang kuat yang amanah, bisa menjaga dan berilmu.
Sebenarnya tujuan dasar dari pemerintahan Islam yaitu menerapkan syariat Allah sebagaimana yang diuraikan dalam surat Al-Maidah: 49, “Hendaklah kalian memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.” Kemudian tujuan selanjutnya adalah menegakkan keadilan di tengah-tengah manusia seperti yang diuraikan dalam surat An-Nahl: 90, “Allah memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat baik, serta menyantuni kerabat dekat.”
Yang menjadi pertanyaan kemudian, dimanakah letak pengawasan umat? Sebagaimana diketahui pemerintahan Islam itu menjalankan tugasnya memang di bawah pengawasan umat. Seorang pemimpin adalah orang yang dipekerjakan di tengah-tengah manusia. Mereka berkewajiban memberi nasehat dan kritikan kepadanya, sekaligus menaati dalam hal yang ma’ruf. Karena barang siapa memerintah dalam kemaksiatan ia tidak boleh didengar dan ditaati. Serta, siapa yang menentang seorang pemimpin yang menyeleweng yang memerintahkan kepada kemaksiatan yang karena itu ia terbunuh, maka ia adalah syahid.
Maka musyawarah dalam pemerintah Islam mempunyai peranan yang amat sangat penting. Tidak dibenarkan apabila seorang figur pemimpin setelah melakukan musyawarah kemudian memutuskan sesuai dengan kemauannya sendiri. Akan tetapi, musyawarah kadang-kadang menjadi rambu bagi seorang pemimpin terkait dengan sesuatu yang menjadi kekhususan dan kemaslahatan dirinya. Terkadang ia juga menjadi sebuah kewajiban terkait dengan permasalahan yang merupakan kemaslahatan majelis khusus. Jika tidak demikian, maka musyawarah menjadi tidak berfungsi. Juga tidak ada artinya anggota syura disebut sebagai ahlu al-halli wal ‘aqdi. 

Islamic cultureTerkadang banyak orang sudah salah mempersepsikan pemerintahan Islam. Ada yang mengatakan nanti semuanya menjalankan pemerintahan sesuai agama Islam saja dan mengabaikan agama lain, ada pula yang mengatakan non-muslim tidak dapat hidup dengan bebas karena terkekang, ada pula yang mengatakan pasti akan menjadi pemerintahan agama yang menunjuk para ulamanya adalah pemerintahan tertinggi dan berbagai pandangan lainnya. Read the rest of this entry »

Filed under: International Relations, Islamic Politics

Setan Baca

Kalau membaca judul diatas pasti akan langsung membayangkan sesosok makhluk mengerikan yang hidup di dunia lain, terus makhluk itu bisa baca buku, he.he.he.. emangnya Casper. Sebenarnya tulisan ini terinspirasi ketika aku duduk di ruang tunggu (tempat cuci mobil) sambil membaca koran, daripada lihat acara TV ga’ jelas yang terletak di ruangan tengah, aku mencoba untuk mengacak-acak koran dibawah meja. Sebenarnya aku sendiri bawa koran dari rumah, tapi karena terbitannya beda maka aku baca dulu yang di sana. Aku coba men-scan kira-kira berita apa yang menarik, dan akhirnya baru aku dapatkan judul yang sama dengan judul tulisan ini. Read the rest of this entry »

Filed under: Personality , , , ,

Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir

MuhammadSepanjang sejarah Islam, sudah banyak yang mengaku nabi dan selama itu pula, umat Islam dengan mudah menyatakan bahwa mereka semua yang mengaku sebagai nabi adalah pendusta. Dalam keputusannya, Majelis Tarjih Muhammadiyah sudah lama mengingatkan, bahwa orang yang mengimani adanya nabi lagi, sesudah Nabi Muhammad maka kafirlah ia. Rosulullah SAW sudah bersabda: “Diantara umatku akan ada pendusta-pendusta , semua mengaku dirinya nabi, padahal aku ini penutup sekalian nabi.” (HR. Ibnu Mardawaihi dari Tsauban) Read the rest of this entry »

Filed under: Dakwah