<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>El-Jinjizy</title>
	<atom:link href="http://eljinjizy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eljinjizy.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 15:48:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='eljinjizy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1b0c0350983ac266601b0b224704456a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>El-Jinjizy</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Generasi Islam antara tantangan zaman dan pengaruh Barat</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/12/01/generasi-islam-antara-tantangan-zaman-dan-pengaruh-barat/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/12/01/generasi-islam-antara-tantangan-zaman-dan-pengaruh-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 15:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum kaum muda hidup ditengah-tengah kemajuan ilmu pengetahuan yang berpengaruh sangat mendalam, cepat dan mendasar. Di satu sisi lagi, kaum muda juga hidup ditengah-tengah pengaruh filsafat kontemporer yang membuat mereka berpandangan materialistik dan mengesampingkan etika sehingga timbul suatu hal bahwa agama tidak mampu memberikan pengaruh langsung dalam kehidupan, serta apa yang dikemukakannya tidak dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=381&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/12/picture1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-382" title="Picture1" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/12/picture1.jpg?w=406&#038;h=256" alt="" width="406" height="256" /></a>Secara umum kaum muda hidup ditengah-tengah kemajuan ilmu pengetahuan yang berpengaruh sangat mendalam, cepat dan mendasar. Di satu sisi lagi, kaum muda juga hidup ditengah-tengah pengaruh filsafat kontemporer yang membuat mereka berpandangan materialistik dan mengesampingkan etika sehingga timbul suatu hal bahwa agama tidak mampu memberikan pengaruh langsung dalam kehidupan, serta apa yang dikemukakannya tidak dapat dibuktikan dengan fakta.<span id="more-381"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Propaganda-propaganda yang tidak terkontrol lewat media masa pun banyak dilakukan, untuk menjadikan generasi muslim khususnya pemuda berpandangan apa saja yang mengandung nilai-nilai Islam, seperti hijab, busana muslim dan sebagainya adalah sesuatu hal yang sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai lagi untuk di aplikasikan oleh generasi muslim di zaman modern sekarang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam muncul dan di bawa oleh Rosulullah SAW sebagai penerang atas kebodohan masyarakat pada waktu itu dan sebagai penerang dunia yang telah gelap dengan segala kejahilannya. Sebagaimana kita ketahui, Rosulullah SAW datang kepada masyarakat yang saat itu berperadaban sesat, namun sesaat Islam yang dibawanya kemudian telah menjadikannya menjadi masyarakat yang beradab.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian sejak Rosulullah SAW wafat, maka terjadilah banyak pertentangan dan perselisihan di dalam ajarannya sendiri (Islam) bahkan pada zaman sekarang ini eksistensi dan kemurniannya mulai tergoyahkan. Banyak orang yang beragama Islam namun tidak mencerminkan ajaran agama Islam bahkan terkadang tak tahu akan ajaran Islam itu sendiri padahal ia beragama Islam. Sekarang kita sebagai pemuda atau pelajar ditantang bagaimanakah cara kita membangun kembali keaslian ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari? dan apakah hambatan kita untuk mencapai masyarakat yang islami?</p>
<p style="text-align:justify;">Masa remaja adalah masa yang dianggap paling penting yang dilalui setiap manusia dalam kehidupannya. Dengan pembinaan intensif yang mendalam dan jernih serta terarah, maka akan menjadi keharusan untuk menumbuhkan remaja islami yang handal.</p>
<p style="text-align:justify;">Remaja yang seperti inilah yang nantinya bakal mampu menyelamatkan generasi muda dari bahaya kerusakan dalam hidupnya. Sekarang persoalannya, sejauh mana kesadaran remaja tersebut terhadap Islam? Apakah sebatas trend masa kini atau sekedar ikut-ikutan saja?</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem kehidupan yang jauh dari tuntunan Ilahi akan menciptakan kondisi masyarakat yang frustasi, mengejar kesenangan semu. Dalam masyarakat berideologi kapitalis akan menampakkan ciri liberal dan individualis sehingga masing-masing individu tidak saling mengingatkan dan mengamalkan apabila ber’amar ma’ruf nahi munkar merupakan tuntutan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Remaja yang seperti ini tanpa perasaan berdosa akan mengabaikan nila-nilai syar’i sehingga hidupnya bebas tanpa aturan. Tetapi meski gelegar kekerasan, kriminalitas, perampokan, tawuran, dan premanisme dunia remaja banyak tersorot ternyata masih ada sedikit kesejukan dari remaja itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba amati trend yang lagi agak up to date sekarang ini, yang laki-laki atau cowoknya tampil kalem dengan baju koko atau taqwa dan jenggot yang terpelihara rapi sedang kaum hawanya memakai kerudung atau sudah berjilbab meski model busananya kurang pas malah bikin repot.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya ada yang memakai kerudung tapi baju dan celana panjangnya ‘<em>full press body</em>’ atau agak ‘<em>you can see</em>’. Kesemuanya itu konon kabarnya merupakan aksesoris wajib aktivis masjid, nggak hanya itu banyak juga dari mereka mengadakan kajian-kajian keislaman dan berbagai organisasi remaja masjid. Namun kemudian disisi lain malah timbul permasalahan-permasalahan yang agak menyimpang. Seperti istilah pacaran islami, jilbab gaul, nggak islami kalau nggak memakai baju koko, berjilbab dan berjenggot, serta dalam komunikasi harus memakai panggilan yang islami seperti ikhwan, akhwat, antum, anta, anti, kemudian juga yang harus <em>gak</em> boleh  ketinggalan musiknya harus yang nasyid-nasyid. Pokoknya kalau enggak ada itu semua <em>wis</em> berarti namanya bukan islami.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari melihat beberapa fenomena remaja islami sekarang ini, berharap hendaknya mereka menyadari akan perjuangan dakwahnya dan memahami Islam sebagai aqidah dan syari’at yang akan mengatur seluruh aspek kehidupannya. Serta sadar akan tugasnya dalam berdakwah untuk meninggikan kalimat Allah itu nggak mungkin dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama secara sistematis dan mampu menangkal berbagai ide sesat yang bertentangan dengan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini pun saya mencoba melangkah kepada saudariku para muslimah, ketika terpaan hinaan dan sindiran banyak menghujani, hendaklah engkau sabar. Ketauhilah sesungguhnya Allah telah menetapkan dan memilih engkau sebagai ibu dari generasi yang memperjuangkan Islam di masa depan.<strong> </strong>Banyak orang bilang susah jadi wanita Islam karena berbagai alasan:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki</li>
<li>Wanita perlu meminta izin suami jika ingin keluar rumah tetapi lelaki tidak perlu melakukan begitu.</li>
<li>Jika wanita menjadi saksi, kesaksiannya kurang dari kesaksian lelaki.</li>
<li>Wanita menerima wasiat kurang dari lelaki.</li>
<li>Wanita perlu menanggung kesusahan mengandung dan melahirkan anak.</li>
<li>Wanita wajib taat pada suami tetapi lelaki tidak wajib taat pada isteri.</li>
<li>Talak terletak ditangan suami bukan isteri.</li>
<li>Wanita kurang ibadahnya karena masalah haid dan nifas yang tiada pada lelaki.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">TETAPI, pernahkah kita lihat? Benda yang mahal harganya itu pasti akan dijaga sebaik mungkin, serta disimpan ditempat yang terbaik. Intan permata tidak akan dibiarkan tergores. Itulah perumpamaan seorang wanita,</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Wanita perlu taat pada suaminya, tetapi lelaki wajib taat pada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya, bukankah ibunya adalah seorang WANITA?</li>
<li>Wanita menerima warisan kurang dari lelaki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sedangkan lelaki harus digunakan untuk istri dan anak-anaknya.</li>
<li>Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk,malaikat dan seluruh kejadian ALLAH dimuka bumi ini, dan matinya wanita solehah karena melahirkan adalah syahid.</li>
<li>Di akhirat kelak, lelaki dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita: ibunya, isterinya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Jadi, seorang wanita di akhirat ditanggung oleh 4 orang lelaki: suaminya, ayahnya, abangnya dan anak lelakinya.</li>
<li>Seorang lelaki perlu berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya akan menerima pahala seperti orang yang berperang tanpa perlu mengangkat senjata.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Itulah sekelumit keutamaan bagi muslimah. Sungguh suatu perumpamaan yang sangat indah sekali yang pernah diutarakan Syaikh Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fiqhul Aulawiyaat atau skala prioritas gerakan Islam. Beliau menulis dalam bukunya, “‘Bunga-bunga’ itu tidak tumbuh mekar selain karena laki-laki ingin selalu memaksakan kemauannya, juga karena kaum muslimahnya yang tidak mau atau memiliki keberanian untuk melepaskan diri dari keterikatan tersebut.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, seharusnya bunga-bunga itu tumbuh mekar dengan leluasa untuk turut mengharumkan jalan perjuangan yang suci ini. Muslimah seyogyanya juga mulai berani memikirkan dan mengambil alih permasalahan-permasalahan mereka sendiri, membuka lahan-lahan dakwah dan amal serta menangkis dengan tegas suara-suara sumbang wanita-wanita feminis yang diselipkan ke dalam aqidah umat, nilai-nilai dan syariat-syariat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak dapat memungkiri bahwa sekarang merupakan ‘dunia tanpa batas’ dimana segala sesuatu dari dunia luar begitu saja dapat kita akses tanpa sensor sedikitpun, informasi dari belahan dunia pun akan mudah diketahui dengan kemajuan yang pesat diberbagai bidang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai generasi muslim, kita harus berbenah diri dengan berbekal iman, ilmu dan amal, tanpa harus menjauhkan diri dari kemajuan teknologi dan terus mencari terobosan baru untuk membangkitkan peradaban Islam yang keluar dari hegemoni peradaban barat yang sangat bertentangan dengan filsafah hidup seorang muslim. Mengkondisikan diri dalam suatu lingkungan yang jauh dari polusi kebejatan moral dan pemikiran yaitu dengan pendekatan Ilahiyah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=381&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/12/01/generasi-islam-antara-tantangan-zaman-dan-pengaruh-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/12/picture1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Picture1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Ketergantungan dan Keamanan Energi</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/23/antara-ketergantungan-dan-keamanan-energi/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/23/antara-ketergantungan-dan-keamanan-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Minyak merupakan salah satu energi yang masih tetap dipertahankan dan masih banyak yang membutuhkan. Dunia saat ini dihadapkan kepada produksi minyak yang terus menurun. Sebaliknya kebutuhan akan konsumsi minyak terus meningkat sebanding dengan jumlah populasi yang juga terus meningkat. Saat ini bahan bakar fosil masih akan menjadi sumber energi primer yang dominan. Dari sisi konsumsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=364&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Minyak merupakan salah satu energi yang masih tetap dipertahankan dan masih banyak yang membutuhkan. Dunia saat ini dihadapkan kepada produksi minyak yang terus menurun. Sebaliknya kebutuhan akan konsumsi minyak terus meningkat sebanding dengan jumlah populasi yang juga terus meningkat. Saat ini bahan bakar fosil masih akan menjadi sumber energi primer yang dominan. Dari sisi konsumsi energi saja, tingkat konsumsi energi dunia tahun 1980 hingga tahun 2000 telah mencapai 34 persen. Disamping itu pertumbuhan ekonomi dunia yang relatif begitu tinggi merupakan salah satu faktor penting meningkatnya kebutuhan energi dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Berangkat dari peningkatan tajam harga minyak dunia yang pernah terjadi waktu lalu, telah memunculkan adanya suatu kebijakan energi nasional yang komprehensif dan terpadu. Paling tidak isu keamanan energi kini telah menjadi salah satu isu terhangat dalam agenda keamanan global dan hubungan internasional. Ada banyak peristiwa terjadi dalam tatanan interaksi global yang sulit dilepaskan keterkaitannya dengan upaya mendapatkan akses sumber daya energi.<span id="more-364"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keamanan Energi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Konsep keamanan energi pada awalnya dipahami sebagai ketersediaannya pasokan energi dalam kuantitas yang cukup disertai dengan harga yang dapat terjangkau. Singkatnya kemudahan untuk mengakses energi yang terjangkau, dimana merupakan salah satu faktor penting dalam ekonomi modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecemasan terhadap keamanan energi pada awalnya muncul sekitar awal 1970-an sebagai akibat dari terjadinya krisis bahan bakar minyak ketika beberapa negara-negara pengekspor minyak yang berasal dari negara-negara berkembang mendirikan OPEC.</p>
<p style="text-align:justify;">Meningkatnya persaingan dalam penyedia sumber daya energi juga telah membentuk formasi keamanan yang memungkinkan negara penghasil minyak mengatur harga jual minyak, bahkan sebagai senjata yang ampuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun kita tidak akan pernah lupa saat terjadinya konflik Arab-Israel tahun 1973, ketika itu OPEC yang anggotanya didominasi oleh negara-negara Arab memaksakan agenda dan isu politik tersebut agar dapat diterima seluruh anggota OPEC. Ini semacam ‘bargaining chip’ bagi OPEC untuk melakukan embargo minyak terhadap barat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Para Pemain Energi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka Pertemuan Perkumpulan Ahli Perminyakan Se-Asia Pasifik di Jakarta 30 Oktober 2007, menyatakan bahwa negara-negara yang bergantung pada minyak bakal mengalami situasi krisis dalam anggaran mereka yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan sosial. Yang perlu diketahui bahwasannya sejak awal mula ditemukannya, industri minyak banyak berkaitan dengan Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun dari tujuh perusahaan minyak utama yang menguasai produksi dan pemasaran minyak dunia, hanya dua yang tidak berasal dari Amerika Serikat: British Petroleum dan Shell. Lima lainnya adalah Texaco, Gulf, Mobil, Standard Oil of California dan raksasa Exxon (dulu bernama Standard Oil of New Jersey).</p>
<p style="text-align:justify;">Paska krisis minyak dunia tahun 1973-1974, dominasi industri minyak dan kebijakan energi AS memasuki era baru, dengan munculnya beragam aktor energi internasional baru. Dalam level pemerintahan nasional seperti NIOC (National Iranian Oil Company), kemudian dari level organisasi internasional antar-pemerintah seperti OPEC, OAPEC (Organization of Arab Petroleum Exporting Countries), OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), IEA (International Energy Agency), Bank Dunia dan IMF (International Monetery Fund). Selain itu masih ada kelompok-kelompok non-pemerintah seperti perusahaan multinasional minyak raksasa dan kelompok lingkungan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Imbalance</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika mau dilihat dari berbagai sisi, ada banyak ketidakseimbangan (imbalance) yang menyebabkan krisis energi. Fakta dilapangan yang tidak dapat dibantah adalah bahwa permintaan terhadap bahan bakar minyak dan gas sehingga salah satu sumber energi mengalami pertumbuhan yang terus-menerus. Kemudian penyebab yang kedua terkait dengan sebaran geografis dari pasokan sumber energi yang berasal dari bahan bakar minyak dan gas. Memang secara geografis tidak semua Negara memiliki sumber daya energi bahan bakar minyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang selanjutnya terkait dengan hubungan antara upaya diversitifikasi energi dan insentif harga. Eksplorasi dan eksploitasi dilaut lepas pasti membutuhkan teknologi yang tinggi dan karena itu membutuhkan biaya dan investasi yang sangat besar. Belum lagi pertimbangan dampak lingkungan yang dipandang sebagai akibat dari proses industrialisasi dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mungkinkah bergeser dari minyak?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang telah beranggapan bahwasannya energi fosil tidak akan pernah tergantikan oleh sumber energi alternative. Perkembangan saat ini pun menunjukkan fenomena transisi energi di berbagai negara. Di negara kita sendiri Indonesia, karena begitu terpesonanya pada sihir minyak sampai-sampai potensi sumber daya alam lain jadi terlupakan. Padahal, tahun 2007 produksi batu bara Indonesia diperkirakan bakal mencapai 198.000 juta ton atau naik 23 persen dibandingkan dengan tahun 2006. Penggunaan biofuel maupun biodiesel hingga tenaga surya juga mulai diterapkan. Dan wacana yang terus berkembang sampai saat ini yaitu penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi alternative.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja keamanan akan tercipta dengan kemampuan Negara itu sendiri dalam menghasilkan dan memanfaatkan dengan baik seluruh sumber daya energinya masing-masing. Sehingga timbul kemampuan untuk mengatasi ketergantungannya yang rawan akan berbagai macam konflik dan ancaman-ancaman yang kemungkinan muncul dari aktor-aktor non-negara semacam tindakan dan serangan bersenjata dari teroris. Jika keadaan semacam ini tidak segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah preventif, ketergantungan akan terus berlanjut. Sudah saatnya bangsa ini berbenah diri, sungguh tidak bijaksana masyarakat harus menanggung akibat dari kesalahan perhitungan yang ditetapkan pemerintah. Semoga ketakutan mantan Menteri Keuangan Radius Prawiro dalam bukunya Pergulatan Indonesia Membangun Ekonomi (1998) yang menuliskan bahwasannya dalam abad-21, Indonesia kemungkinan secara netto menjadi negara pengimpor minyak, benar-benar tidak akan pernah terjadi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=364&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/23/antara-ketergantungan-dan-keamanan-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepedulian Terhadap Lingkungan</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/18/kepedulian-terhadap-lingkungan/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/18/kepedulian-terhadap-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Politics]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/18/kepedulian-terhadap-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[Bencana alam yang berkelanjutan di penghujung tahun dan selalu terjadi berulang-ulang, seharusnya menjadikan kita semua menginstropeksi diri. Pasti ada yang salah dengan semua ini, apakah kita sudah bersikap adil dengan alam ini ataukah sebaliknya? kita juga masih ingat berbagai Konferensi Tingkat Tinggi telah diadakan di berbagai negara guna membahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=356&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/11/forward.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-357" title="Forward" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/11/forward.jpg?w=406&#038;h=182" alt="" width="406" height="182" /></a>Bencana alam yang berkelanjutan di penghujung tahun dan selalu terjadi berulang-ulang, seharusnya menjadikan kita semua menginstropeksi diri. Pasti ada yang salah dengan semua ini, apakah kita sudah bersikap adil dengan alam ini ataukah sebaliknya? kita juga masih ingat berbagai Konferensi Tingkat Tinggi telah diadakan di berbagai negara guna membahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah pemanasan global yang menjadikan iklim jadi tidak menentu sehingga berdampak pada kehidupan kita sehari-hari.<span id="more-356"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Fakta mengatakan pada  tahun 2006 saja, terjadi 59 kali bencana banjir dan longsor yang memakan korban jiwa 1.250 orang, merusak 36 ribu rumah dan menggagalkan panen di 136 ribu hektar lahan pertanian. WALHI mencatat kerugian langsung dan tak langsung yang ditimbulkan dari banjir dan longsor rata-rata sebesar Rp. 20,57 triliun setiap tahunnya, atau setara dengan 2,94% dari APBN 2006!</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk saat ini isu tentang lingkungan hidup memang sedang banyak dibahas, bahkan telah menjadi isu internasional. Ini didasari atas ketakutan manusia akan masa depan kehidupannya. Seharusnya sebagai umat muslim kita juga harus menyadari bahwasannya Islam tidak cuma membahas ibadah ritual semata. Allah telah menciptakan manusia sebagai proses penciptaan alam semesta itu sendiri dan memberikan nikmat berupa alam semesta dan memberikan amanah sebagai khalifah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepedulian pemerintah dalam menentukan peraturan dan undang-undang serta hukuman yang berkenaan dengan pemeliharaan dan perusakan alam Indonesia seharusnya dipertegas lagi dan diiringi dengan sosialisasi yang berkelanjutan kepada seluruh penduduk di Indonesia. Ini juga harus diimbangi dengan kepedulian kita sebagai manusia yang diamanahi oleh Allah untuk menjaga, peduli dan jangan membuat kerusakan di bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Musim panas yang berkepanjangan, curah hujan yang sangat deras, gelombang laut yang tinggi hingga naik ke permukaan laut, banjir dan tanah longsor hendaknya telah mengingatkan kita bahwasannya musibah itu merupakan ujian dan peringatan bagi kita. Penulis ingat ketika pendiri Islamic Foundation for Ecology and Enviromental Sciences (IFEES) hadir di Indonesia dan ditanya kenapa memilih menekuni isu-isu mengenai ekologi dan lingkungan hidup? Kemudian beliau menjawab karena kita adalah Muslim dan kita adalah khalifah dan penjaga yang ditunjuk oleh Allah SWT di muka bumi. Sekarang bagaimanakah dengan kita sebagai umat muslim Indonesia, sudahkah peduli dengan lingkungan hidup kita?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=356&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/18/kepedulian-terhadap-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/11/forward.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Forward</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktualisasi Diri, Bergerak &amp; Bermanfaat</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/15/aktualisasi-diri-bergerak-bermanfaat/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/15/aktualisasi-diri-bergerak-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[



 
Sudah selayaknya seorang mukmin itu mengetahui akan jati dirinya, siapakah dirinya sebenarnya. Dia akan mencari tahu apa tujuan dia hidup di dunia ini dengan memanfaatkan segala apa yang telah di karuniakan kepadanya. Dia tidak hanya mampu mengembangkan anugerah yang ada pada dirinya namun juga menjadi cahaya penerang bagi orang-orang disekitarnya. Kemampuan untuk selalu bermanfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=347&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri, sans-serif;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah selayaknya seorang mukmin itu mengetahui akan jati dirinya, siapakah dirinya sebenarnya. Dia akan mencari tahu apa tujuan dia hidup di dunia ini dengan memanfaatkan segala apa yang telah di karuniakan kepadanya. Dia tidak hanya mampu mengembangkan anugerah yang ada pada dirinya namun juga menjadi cahaya penerang bagi orang-orang disekitarnya. Kemampuan untuk selalu bermanfaat bagi yang lain sudah menjadi prioritas dalah hidupnya. Rosulullah SAW mensifati seorang mukmin laksana sebuah pohon kurma, kurma adalah pohon yang daunnya senantiasa hijau dan banyak manfaatnya. Batangnya kokoh dan dahannya menjulang ke langit. Tak jatuh daunnya, tak layu pelepahnya, tak rusak mayangnya, dan tak berubah warnanya. Mayangnya adalah sebagus-bagus mayang, naungannya pun sangat teduh dan manfaatnya adalah sangat besar dan banyak.<span id="more-347"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demikian pula halnya seorang mukmin. Dia selalu beribadah kepada Allah, taat kepada-Nya dan ridha dengan ketentuan-Nya. Menyerah pasrah kepada hukum-Nya baik saat berada dirumah maupun sedang bepergian, saat tidur maupun terjaga, saat kaya maupun miskin dan saat lapang maupun sempit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hendaknya kesempatan kita di dunia ini untuk mengumpulkan amalan-amalan yang paling baik, kalau perlu, mengukir sebuah sejarah jariyah, di mana pahalanya tidak pernah terputus dan tidak terhenti dengan terlepasnya ruh dan jasad.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Firman Allah dalam Surat Hud ayat 7:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu Berkata (kepada penduduk Mekah): &#8220;Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati&#8221;, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: &#8220;Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata&#8221;</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah sepatutnya sebagai manusia kita tidak perlu takut untuk berbuat. Perlu kita sadari bahwa ketakutan adalah belenggu yang mengekangi diri dengan keraguan dan rasa khawatir, hingga menjadikan manusia sosok yang ‘tumpul’. Karena hidup tanpa usaha adalah kemubadziran, usaha tanpa hasil cermin ketidakmajuan, sementara buah dari hasil usaha adalah prestasi. Dan, nilai dari prestasi tidak lain adalah sebuah arti akan besarnya makna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh karena itu, hendaknya kita bergerak, berbuat, dan berkiprah dalam segala bidang, karena perlu diingat bahwa dalam setiap gerakan itu ada barakahnya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“TAHARROK FAINNA FIL HAROKAH BAROKAH”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semakin besar usaha kita, semakin besar pula hasil yang kita capai. Dan dengan kerja keras, bentuk kedengkian terhadap kita dapat diluruhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rosul pun mengingatkan kita dalam sabdanya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Jika seseorang menyedikitkan amalnya, Allah akan menimpakan kegundahan padanya”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Disebutkan pula dalam hadist: Nabi Muhammad SAW bersabda : <em>“Barangsiapa yang rela dengan sedikit amal, berarti ia ridho dengan rezki yang sedikit pula”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika kita bertanya untuk apa kita beramal atau bekerja, jawaban orang bisa berbeda-beda tergantung niatnya. Bisa jadi sebagian orang mengatakan bekerja adalah untuk bertahan hidup. Ada pula yang mengatakan bekerja adalah untuk mengejar kekayaan dan kekuasaan. Pengangguran muda mengatakan tujuan bekerja adalah supaya bisa cepat bisa menikah. Anak-anak yang selalu menggantungkan nasib pada orang tuanya akan mengatakan bahwa tujuan bekerja adalah agar bisa mandiri, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Al-Qur’an menandaskan bahwa yang perlu dicari adalah “keutamaan dan keridhoan”, dalam Surat Al-Fath ayat 29 :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku&#8217; dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam Surat Al-Jumu’ah ayat 10 :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada intinya yaitu mencari keridhaan Allah dan mendapatkan keutamaan, kualitas, hikmah dari hasil yang diperoleh. Kemudian supaya hidup kita ini lebih bermutu dan bermanfaat maka :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, kemudian meningkatkan hubungan kita dengan Allah dan berusaha meningkatkan akhlaqul karimah serta menambah ilmu pengetahuan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, selalu berusaha bersungguh-sungguh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga, istiqomah (di sisi Allah). Istiqomah ini salah satu unsur penting agar mutu hidup kita lebih baik dan lebih bermakna baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Orang yang istiqomah pasti akan ditolong Allah, dalam Surat Af-Fushilat ayat 30 :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &#8220;Tuhan kami ialah Allah&#8221; Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: &#8220;Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu&#8221;</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keempat, selalu memperbaiki niat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kelima, selalu merasa kurang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain hidup yang bermutu, kita juga harus mati yang bermutu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, mengucap tahlil ketika kematian ajal menjemput. <em>“Allahummaj ‘al fi akhiri haya tina bi qouli la ilaaha illallahu.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, mudah dalam sakaratul maut. Ada orang yang dimudahkan oleh Allah dalam menghadap kematiannya ada juga yang mengalami kesusahan. Maka dari itu kita berdoa <em>“Allahumma sahhilnii fi sakarotul mauti.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga, selalu bertanya kepada anak- anaknya, apa yang akan kau sembah setelah saya mati. Diantara tanda orang yang matinya bermutu adalah apabila ia mempunyai anak, murid, atau keluarga menjelang kematiannya dia bertanya “Apa yang akan kau sembah sepeninggalku?” bukan “Apa yang akan kau makan sepeninggalku?” misalnya dan lain sebagainya. Berarti orang seperti itu ketika masih hidup selalu memikirkan anak cucu keturunannya untuk tidak melupakan ibadah kepada Allah. Berarti ia selalu mengajarkan kepada anak cucunya agama. Insya Allah hingga ia mati, maka anak cucunya akan selalu mendoakan dan selalu kuat ibadahnya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=347&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/11/15/aktualisasi-diri-bergerak-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wujud Syukur Dalam Hidup</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/23/wujud-syukur-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/23/wujud-syukur-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai hamba Allah SWT, seseorang Muslim sudah sepatutnya untuk tidak mengeluh terhadap apa yang telah diberikan kepadanya. Bersyukur, itulah kunci dari terbelenggunya perasaan selalu kekurangan. Mengapa demikian? Rosulullah SAW pernah memberikan peringatan; “Andaikata manusia mempunyai dua buah ladang yang seluruhnya berisi emas, akan puaskah manusia? Tidak. Mereka akan cari ladang emas yang ketiga.” Sungguh mulut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=369&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/10/wallpaper2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-377" title="Wallpaper2" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/10/wallpaper2.jpg?w=406&#038;h=218" alt="" width="406" height="218" /></a>Sebagai hamba Allah SWT, seseorang Muslim sudah sepatutnya untuk tidak mengeluh terhadap apa yang telah diberikan kepadanya. Bersyukur, itulah kunci dari terbelenggunya perasaan selalu kekurangan. Mengapa demikian? Rosulullah SAW pernah memberikan peringatan; “<em>Andaikata manusia mempunyai dua buah ladang yang seluruhnya berisi emas, akan puaskah manusia? Tidak. Mereka akan cari ladang emas yang ketiga.</em>” Sungguh mulut manusia ini tidak akan pernah penuh terisi, kecuali kalau sudah disumpal dengan tanah, artinya kalau dia sudah dipendam di liang lahat. Sepanjang dia masih bergerak, masih hidup dan bernyawa dia tidak akan pernah puas bekerja dan ini akan mendorong manusia untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, yang penting cepat kaya, perkara itu judi, korupsi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Tidak peduli sudah jadi kebiasaan dan yang aneh sudah tidak malu lagi menumpuk kekayaan dengan cara yang tidak wajar.<span id="more-369"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi manusia juga tidak diperkenankan hanya duduk bertopang dagu mengharapkan uang jatuh dari langit. Sungguh itu perbuatan yang sangat tercela. ‘Dan, katakanlah; <em>“Bekerjalah kamu sekalian.”</em> (At-Taubah: 105) Kemudian Rosulullah SAW pun selalu menekankan kepada kita sebagaimana sabdanya; “Sekiranya diantara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu. Kemudian dipikul ke pasar untuk dijual dan dengan itu dapat mencukupi sedikit dari kebutuhannya. Maka yang demikianlah itu lebih baik daripada meminta-minta pada orang-orang, baik mereka memberi atau menolaknya.” (HR Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun sudah ada keinginan dan semangat, masih saja ada alasan yang dibuat-buat. Sehingga jadilah ‘irodah’ (kemauan) kita cuma setengah-setengah. Padahal dengan iman kepada taqdir sudah merupakan bekal yang cukup sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ali bin Abi Thalib; “ Setiap diri kalian telah ditulis (ditetapkan) tempatnya di surga atau di neraka. Ada seorang sahabat bertanya, “Mengapa kita tidak (tawaakul-pasrah) saja, wahai Rosul Allah?” Beliau menjawab, “Tidak. Berbuatlah karena masing-masing akan dimudahkan. ”Lalu beliau membacakan surat Al-Lail ayat 4-7: <em>“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang-orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”</em> (QS Al-Lail: 4-7)</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang yang pantang menyerah pasti tidak mengenal putus asa, ia akan selalu meraih dan mencapai cita-cita yang diidamkan selama ini. Maka kombinasi dari rasa optimis dan usaha kerja keras yang selalu diiringi dengan doa merupakan kunci keberhasilan seorang Muslim dalam menempuh kehidupan ini. Janganlah kita mengesampingkan salah satunya, tetapi harus seimbang dunia dan akhirat. Inilah yang terkadang membuat manusia lupa, dimana selalu menggebu-gebu meraih harta di dunia tetapi lupa akan amalan bekal di akhirat. Maka kita harus menyadari bahwa, manusia itu diciptakan seorang diri, oleh karena itu haruslah waspada kelak akan mati juga seorang diri. Semoga kita selalu dalam lindungan hidayah-Nya. Wallahu a’lam bishowab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=369&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/23/wujud-syukur-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/10/wallpaper2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wallpaper2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Conflict Resolution in Islamic World: Makkah and Madinah Era</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/08/conflict-resolution-in-islamic-world-makkah-and-madinah-era/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/08/conflict-resolution-in-islamic-world-makkah-and-madinah-era/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 14:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[War is something that hate by muslimin, because the core of the war is killing the human. In here Muslim may not to destroy what has been created by Allah SWT. In order of that Al Qur’an mentioned that war is something that hate by mukminin and cannot allow it. But they want to do [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=372&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">War is something that hate by muslimin, because the core of the war is killing the human. In here Muslim may not to destroy what has been created by Allah SWT. In order of that Al Qur’an mentioned that war is something that hate by mukminin and cannot allow it. But they want to do it, if Allah SWT order and obligate it for goodness itself. Islam also have point view about the conflict, hostilities, brotherhood, war and peace.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Fight in the cause of Allah those who fight you, but do not transgress limits; for Allah loveth not transgressors.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“And slay them wherever ye catch them, and turn them out from where they have Turned you out; for tumult and oppression are worse than slaughter; but fight them not at the Sacred Mosque, unless they (first) fight you there; but if they fight you, slay them. Such is the reward of those who suppress faith.”<span id="more-372"></span><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“But if they cease, Allah is Oft-forgiving, Most Merciful. And fight them on until there is no more Tumult or oppression, and there prevail justice and faith in Allah; but if they cease, Let there be no hostility except to those who practise oppression.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“The prohibited month for the prohibited month,- and so for all things prohibited,- there is the law of equality. If then any one transgresses the prohibition against you, Transgress ye likewise against him. But fear Allah, and know that Allah is with those who restrain themselves.” </em>[Al-Baqara: 190-194]<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Rosulullah SAW has spent many experiences in dakwah. Begin in Makkah that many Quraisy disturb him and his followers. Cruel treatment and assault have done by Quraisy to stop dakwah Rosulullah SAW. When these all was failed, they tried to change into propaganda. They debate, making a mock, spread the bad issues and threat. This propaganda actually was, to attack the Islamic aqidah of the Muhammad’s followers. The result, they was failed.</p>
<p style="text-align:justify;">This article attempts to describe the phenomenon of conflict, war and peace according to Islam. The writer strives to compare between two conditions when Rosulullah stayed in Makkah and then Madinah. Then it can conclude that Islam has arranged the regulation or give attention to the war as a step to do recently. There are so many lessons taken from the attitude that has done by Rosulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Makkah Period</strong></p>
<p style="text-align:justify;">After Rosulullah SAW had received the revelation, he directly does the dakwah in Makkah. Allah SWT has order him to give admonition that done firstly with his family and friends. Then arabs people and all of humankind. Dakwah of Rosulullah SAW divided into two steps; first, secret dakwah and second opened dakwah. In here the writer does not explain about the dakwah itself but how is the chapter of Qur’an explain about the war. What the causes behind of that?</p>
<p style="text-align:justify;">In here we can see the brave of friend toward the slander and terror of musyirikin in Makkah. When the Quraisy had done the cruel treatment and assault to the muslimin, the situation of muslimin in that day was rather in serious condition. Chapter of Al Qur’an that discuss about the cruel was fallen in Makkah. This chapter explains about what muslimin must to do with the threat of Kafir Quraisy to them.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“And those who, when an oppressive wrong is inflicted on them, (are not cowed but) help and defend themselves. The recompense for an injury is an injury equal thereto (in degree): but if a person forgives and makes reconciliation, his reward is due from Allah: for (Allah) loveth not those who do wrong.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>But indeed if any do help and defend themselves after a wrong (done) to them, against such there is no cause of blame. The blame is only against those who oppress men and wrong-doing and insolently transgress beyond bounds through the land, defying right and justice: for such there will be a penalty grievous.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>But indeed if any show patience and forgive, that would truly be an exercise of courageous will and resolution in the conduct of affairs.”</em> [Ash-Shura: 39-43]</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT also said in His Qur’an,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“The prohibited month for the prohibited month,- and so for all things prohibited,- there is the law of equality. If then any one transgresses the prohibition against you, Transgress ye likewise against him. But fear Allah, and know that Allah is with those who restrain themselves.”</em> [Al-Baqara: 194]</p>
<p style="text-align:justify;">Allah has ordered muslimin that those who can take revenge so they can do it according to what they feel, or be patient and made allowance of person and that is will be better.</p>
<p style="text-align:justify;">After has sent this chapter, muslimin begin to take revenge if all of musyrikin disturb them when do prayer. Although muslimin have received the chapter that allows them to take revenge, it does not mean allowing to war against musyrikin in Makkah. This thing showed by Rosulullah when offer to him to war by Al Abbas bin Aadhalah. Rosulullah said: “We have not been ordered to war. Therefore, go back to your horse.” (As Syuhayli, Juz 11, hal 192)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Madinah Period</strong></p>
<p style="text-align:justify;">When Rosulullah SAW went to Madinah, Quraisy felt so confuse. They were be afraid if Muhammad will build the new base in Madinah. The conspiration to kill Muhammad was high level, they want to kill before Muhammad leave Makkah. This is like Allah said in His Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Remember how the Unbelievers plotted against thee, to keep thee in bonds, or slay thee, or get thee out (of thy home). They plot and plan, and Allah too plans; but the best of planners is Allah.”</em> [Al-Anfal: 30]</p>
<p style="text-align:justify;">In Madinah, Rosulullah like has declare the state, it was Daulah Islam. One of causes why Rosulullah moved to Madinah, it was because the disturbing of Quraisy. Allah SWT has allowed to war when hijrah to Madinah like what Tirmidzi and Nasa’i told in their hadist. Ibn “Abbas said that: When Rosulullah SAW leave Mekkah, Abu Bakar said, they were illing their prophet, till he leave Makkah.” Then Allah said in His Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“To those against whom war is made, permission is given (to fight), because they are wronged;- and verily, Allah is most powerful for their aid;-“.</em> [Al-Hajj: 39]</p>
<p style="text-align:justify;">Actually Rosulullah is so difficult to hold the war, because there are so many requirements to do war, like what Muaz bin Jabal was sent to Yaman: Do not attack them before you do the dakwah to them, if they refuse, do not attack them until they begin first. If they have begun the war, do not take revenge except one of you killed. When you show the body to the enemy, and said: is there any way that better for this? In truth if Allah has given hidayah because of your dakwah, it is better like everything was covered by the day and night (this universe).</p>
<p style="text-align:justify;">The top of the concept that has made by Muhammad is the Constitution of Medina, it has settled the regulation Muhammad the prophet between the believers and muslims of quraisy and yatsrib and those who follow them and are attached to them and who crusade (jahadu) along with them.</p>
<p style="text-align:justify;">In the Constitution of Medina, the main points are regulated about:</p>
<p style="text-align:justify;">First, the interaction of mukmin that held with themselves.</p>
<p style="text-align:justify;">Second, the interaction of muslimin with another society, it was arranged by Islamic law.</p>
<p style="text-align:justify;">Third, the laws that arrange the interaction were Islamic law, so whatever the problem should back to Islamic law.</p>
<p style="text-align:justify;">Fourth, the interaction of Muslimin that held with the Jewish community.</p>
<p style="text-align:justify;">It can be clear to understand along the signer, the writer should write the chapter of what the Constitution of Medina,</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>A believer does not kill a believer because of an unbeliever, and does not help an unbeliever against a believer.</li>
<li>The security (dhimmah) of God is one, the granting of neighborly protection by the least of them is binding on them, and the believers are patrons of one another to the exclusion of other people.</li>
<li>Whoever of the Jews follows us has the same help and support (nasr, iswah) (as the believers) so long as they are not wronged by him and he does not help others against them.</li>
<li>The peace of the believers is one, no believers makes peace apart from another believer, where there is fighting in the way of God, except in so far as equality and justice between them is maintained.</li>
<li>The believers exact vengeance for one another where a man gives his blood in the way of God. The God-fearing believers are under the best and most correct guidance.</li>
<li>No idolater gives neighborly protection for good or person to Quraish, not intervenes in his favor against a believer.</li>
<li>When anyone wrongfully kills a believer, the evidence being clear, then he is liable to be killed in retaliation for him, unless the representative of the murdered man is satisfied (with a payment). The believers are against him (the murderer) entirely nothing is permissible to them except to oppose them.</li>
<li>It is not permissible for a believer who has agreed to what is in this document and believed in God and the last day to help a wrong doer or give him lodging. If anyone helps him or gives him lodging, then upon this man is the curse of God and His wrath on the day of resurrection, and from him noting will be accepted to make up for it or take its place.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Conclusion</strong></p>
<p style="text-align:justify;">It can be concluded that the tension of war was changed more higher followed the moving of Muhammad and his followers from Makkah to Madinah. Of course, it caused by the disturbing of Quraisy and Kafirin, Islam is not easy to let the muslim to do war, because there are so many requirement and regulation that to be compliant by muslimin. Islam has choosen peace than war or conflict but when it was disturb the aqidah and belief of Islam then muslimin can take revenge. In here Rosulullah and then followed by Khalifah have given the example, how the muslim to do if there are terror, war or threat. So that it can be seen that Islam prefers conflict resolution than conflict.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=372&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/10/08/conflict-resolution-in-islamic-world-makkah-and-madinah-era/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa dan Dua Sisi Manusia</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/09/07/puasa-dan-dua-sisi-manusia/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/09/07/puasa-dan-dua-sisi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 23:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Romadhan sungguh menjadikan manusia ini agar selalu instropeksi diri. Memahami bagaimana manusia kesehariannya. Yang mana dalam diri manusia itu terdapat dua macam naluri yang terkadang sulit untuk diatur. Naluri perut yang berkeinginan untuk selalu makan dan minum kemudian naluri seks yang manakala selalu bergelora sehingga membuat kewalahan dalam mengendalikannya. Puasa di bulan Romadhan sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=327&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Bulan Romadhan sungguh menjadikan manusia ini agar selalu instropeksi diri. Memahami bagaimana manusia kesehariannya. Yang mana dalam diri manusia itu terdapat dua macam naluri yang terkadang sulit untuk diatur. Naluri perut yang berkeinginan untuk selalu makan dan minum kemudian naluri seks yang manakala selalu bergelora sehingga membuat kewalahan dalam mengendalikannya. Puasa di bulan Romadhan sendiri hakekatnya adalah bagaimana melatih dan mengajari manusia untuk mengendalikan naluri tersebut yang cenderung sulit dikontrol.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Pengalaman dalam sejarah umat ini, ada orang-orang yang hanya berorientasi kepada hidup didunianya saja, namun ada pula yang berorientasi memikirkan rohaninya saja. Bagi mereka yang mengikuti kehendak hawa nafsu duniawinya saja maka apabila terpenuhi satu keinginannya, akan timbul lagi keinginan yang lain yang baru. Nafsu syahwat manusia jika sudah terbakar maka akan sulit untuk membendungnya. Dari sedikit lama kelamaan akan menyeretnya dalam kubangan yang lebih dalam. Allah SWT pun tidak menyukai akan perilaku berlebihan sehingga lupa diri sebagaimana Allah SWT sendiri berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 3 mengenai hal ini, “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Kemudian mereka pun diibaratkan pula seperti binatang ternak, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat Muhammad ayat 12, “Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan sepertinya makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Keterlenaan diri dalam mengikuti hawa nafsu menjadikan hidup mereka dalam keadaan kosong. Jiwa yang telah dikuasai nafsu akan menghalalkan segala tindakan. Mengapa bisa terjadi, “Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam keadaan kemaksiatan).” Ghafir (40): 75</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Kemudian bagi mereka yang berpandangan bahwa pengabdiannya kepada Tuhan itu harus menekan naluri manusiawi mereka, yaitu naluri seks. Seakan-akan naluri tersebut bukan merupakan bagian dari jasad manusiawinya, sehingga mengesampingkannya. Dalam hidupnya hanya untuk memenuhi kebutuhan rohaninya saja, sebagaimana yang dianut oleh gereja sejak dahulu kala. Hal ini pun juga sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan belajar pula dari sejarah, orang-orang Barat kemudian malah kemudian melepaskan diri dari ajaran gereja, dan menggunakan waktu dan harta kekayaan mereka hanya untuk memenuhi nafsu syahwat jasmaninya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Islam merupakan agama yang seimbang. Ia tidak hanya menghormati rohani saja namun jasmani sekaligus. Ajarannya memperhatikan nilai-nilai manusiawi yang mana merupakan bawaan manusia itu sendiri. Dimana kebutuhan jasadnya mampu terlaksana namun tak lupa makanan rohani juga terpenuhi. Dalam hal ini menjaga keseimbangan dan tidak baik dalam berlebihan harus menjadi pedoman dalam perilaku manusia itu sendiri. Rosulullah SAW bersabda, “Makanlah dan minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan dan tidak diiringi kesombongan.” HR. Bukhari</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Setelah jasmani dan ruhani terpenuhi, hendaknya tak lupa pula memperhatikan kehidupan dunia dan akhirat, sebagaimana Allah SWT mengingatkan kepada kita semuanya dalam firman-Nya surat An-Nahl ayat 30,</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.”</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Ajaran Islam itu tidak hanya menyadari satu sisi manusia yang mana untuk mensucikan dirinya, mengangkat derajatnya, mensucikan fisiknya (dengan mandi dan berwudhu), mensucikan jiwanya (dengan ruku’ dan sujud), namun di sisi lain tak lupa pula memikirkan ruhaninya yang mana menjadi penggerak jasadnya. Islam menegaskan bahwa manusia itu terdiri dari jasad dan ruhani, yang mana itu harus imbang. Allah SWT pun amat memperhatikan ruhani manusia, karena ruhani ini dengan sengaja diciptakan-Nya, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Shaad ayat 71-72, “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Namun sekali lagi walaupun telah diperingatkan akan asal-muasal manusia, manusia itupun ada yang mengenali siapa yang meniupkan ruh kepadanya sehingga memuliakan-Nya dan seluruh makhluk-Nya. Ada pula yang lupa bersyukur akan nikmat yang sudah diberikan atau dalam hal ini lupa siapa yang telah meniupkan ruh kepadanya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Puasa Ramadhan ini tidak hanya menaikkan derajat umat-Nya sehingga jasmani dan rohaninya mendapatkan rahmat, kedamaian, ketenangan, kesucian jiwa, perilaku yang dihiasi akhlak yang mulia di tengah masyarakat. Mengingatkan kembali akan nilai kebaikan yang telah dibawanya sejak lahir. Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, ‘Aku berpuasa’. HR. Bukhari</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;text-align:justify;">Itulah mengapa bulan Romadhan ini telah mengaitkan umat-Nya melalui ibadah puasa tidak hanya berorientasi kepada dunia namun juga akhirat, tidak hanya jasmani namun juga rohani, juga mengaitkan bumi dengan langit, mengaitkan manusia dengan wahyu, serta mengaitkan pula dunia dengan kitab-Nya yang merupakan pedoman untuk menerangi gelapnya jalan dunia sehingga sampailah pada tujuan yang hakiki. Wallahu a’lam bishowab.</div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/09/tundukpadanya140.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-329" style="margin:4px 3px;" title="TundukPadaNya140" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/09/tundukpadanya140.jpg?w=104&#038;h=154" alt="TundukPadaNya140" width="104" height="154" /></a>Bulan Romadhan sungguh menjadikan manusia ini agar selalu instropeksi diri. Memahami bagaimana manusia kesehariannya. Yang mana dalam diri manusia itu terdapat dua macam naluri yang terkadang sulit untuk diatur. Naluri perut yang berkeinginan untuk selalu makan dan minum kemudian naluri seks yang manakala selalu bergelora sehingga membuat kewalahan dalam mengendalikannya. Puasa di bulan Romadhan sendiri hakekatnya adalah bagaimana melatih dan mengajari manusia untuk mengendalikan naluri tersebut yang cenderung sulit dikontrol.<span id="more-327"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman dalam sejarah umat ini, ada orang-orang yang hanya berorientasi kepada hidup didunianya saja, namun ada pula yang berorientasi memikirkan rohaninya saja. Bagi mereka yang mengikuti kehendak hawa nafsu duniawinya saja maka apabila terpenuhi satu keinginannya, akan timbul lagi keinginan yang lain yang baru. Nafsu syahwat manusia jika sudah terbakar maka akan sulit untuk membendungnya. Dari sedikit lama kelamaan akan menyeretnya dalam kubangan yang lebih dalam. Allah SWT pun tidak menyukai akan perilaku berlebihan sehingga lupa diri sebagaimana Allah SWT sendiri berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 3 mengenai hal ini, <em>“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian mereka pun diibaratkan pula seperti binatang ternak, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat Muhammad ayat 12, <em>“Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan sepertinya makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Keterlenaan diri dalam mengikuti hawa nafsu menjadikan hidup mereka dalam keadaan kosong. Jiwa yang telah dikuasai nafsu akan menghalalkan segala tindakan. Mengapa bisa terjadi, <em>“Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam keadaan kemaksiatan).”</em> Ghafir (40): 75</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian bagi mereka yang berpandangan bahwa pengabdiannya kepada Tuhan itu harus menekan naluri manusiawi mereka, yaitu naluri seks. Seakan-akan naluri tersebut bukan merupakan bagian dari jasad manusiawinya, sehingga mengesampingkannya. Dalam hidupnya hanya untuk memenuhi kebutuhan rohaninya saja, sebagaimana yang dianut oleh gereja sejak dahulu kala. Hal ini pun juga sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan belajar pula dari sejarah, orang-orang Barat kemudian malah kemudian melepaskan diri dari ajaran gereja, dan menggunakan waktu dan harta kekayaan mereka hanya untuk memenuhi nafsu syahwat jasmaninya.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam merupakan agama yang seimbang. Ia tidak hanya menghormati rohani saja namun jasmani sekaligus. Ajarannya memperhatikan nilai-nilai manusiawi yang mana merupakan bawaan manusia itu sendiri. Dimana kebutuhan jasadnya mampu terlaksana namun tak lupa makanan rohani juga terpenuhi. Dalam hal ini menjaga keseimbangan dan tidak baik dalam berlebihan harus menjadi pedoman dalam perilaku manusia itu sendiri. Rosulullah SAW bersabda, “Makanlah dan minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan dan tidak diiringi kesombongan.” HR. Bukhari</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah jasmani dan ruhani terpenuhi, hendaknya tak lupa pula memperhatikan kehidupan dunia dan akhirat, sebagaimana Allah SWT mengingatkan kepada kita semuanya dalam firman-Nya surat An-Nahl ayat 30,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ajaran Islam itu tidak hanya menyadari satu sisi manusia yang mana untuk mensucikan dirinya, mengangkat derajatnya, mensucikan fisiknya (dengan mandi dan berwudhu), mensucikan jiwanya (dengan ruku’ dan sujud), namun di sisi lain tak lupa pula memikirkan ruhaninya yang mana menjadi penggerak jasadnya. Islam menegaskan bahwa manusia itu terdiri dari jasad dan ruhani, yang mana itu harus imbang. Allah SWT pun amat memperhatikan ruhani manusia, karena ruhani ini dengan sengaja diciptakan-Nya, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Shaad ayat 71-72, <em>“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Namun sekali lagi walaupun telah diperingatkan akan asal-muasal manusia, manusia itupun ada yang mengenali siapa yang meniupkan ruh kepadanya sehingga memuliakan-Nya dan seluruh makhluk-Nya. Ada pula yang lupa bersyukur akan nikmat yang sudah diberikan atau dalam hal ini lupa siapa yang telah meniupkan ruh kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa Ramadhan ini tidak hanya menaikkan derajat umat-Nya sehingga jasmani dan rohaninya mendapatkan rahmat, kedamaian, ketenangan, kesucian jiwa, perilaku yang dihiasi akhlak yang mulia di tengah masyarakat. Mengingatkan kembali akan nilai kebaikan yang telah dibawanya sejak lahir. Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, ‘Aku berpuasa’. HR. Bukhari</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa bulan Romadhan ini telah mengaitkan umat-Nya melalui ibadah puasa tidak hanya berorientasi kepada dunia namun juga akhirat, tidak hanya jasmani namun juga rohani, juga mengaitkan bumi dengan langit, mengaitkan manusia dengan wahyu, serta mengaitkan pula dunia dengan kitab-Nya yang merupakan pedoman untuk menerangi gelapnya jalan dunia sehingga sampailah pada tujuan yang hakiki. Wallahu a’lam bishowab.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=327&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/09/07/puasa-dan-dua-sisi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/09/tundukpadanya140.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TundukPadaNya140</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Mukmin dalam Bekerja</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/08/06/342/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/08/06/342/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 13:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[
 

Mencari nafkah merupakan tuntutan seorang mukmin di dunia ini, namun mengapa terkadang hal tersebut terlupakan dari kita. Kenyataan ini akhirnya menjadikan sebagian dari kita kurang memahami arti pentingnya bekerja untuk seorang mukmin.
Dan Katakanlah: &#8220;Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=342&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="_mcePaste">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri, sans-serif;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mencari nafkah merupakan tuntutan seorang mukmin di dunia ini, namun mengapa terkadang hal tersebut terlupakan dari kita. Kenyataan ini akhirnya menjadikan sebagian dari kita kurang memahami arti pentingnya bekerja untuk seorang mukmin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan Katakanlah: <em>&#8220;Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan.”</em> (At- Taubah: 105)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dapat disimpulkan dari ayat tersebut diatas bahwa secara haqiqi, bekerja bagi seorang muslim adalah ‘ibadah’, yaitu membuktikan pengabdian dan rasa syukurnya untuk senantiasa melakukan yang terbaik. <span id="more-342"></span>Tak hanya itu, dilanjutkan kembali dalam firman Allah surat Al-Kahfi ayat 7,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya kami Telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rosulullah SAW pun bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Daruquthi, <em>“Perkara yang paling kutakutkan menimpa umatku adalah besar perut atau doyan makan, terus-menerus tidur, kemalasan dan lemah keyakinan.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari beberapa ayat Al-Qur’an dan hadist Rosulullah SAW, paling tidak kita telah mengetahui makna bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia dan untuk mencapai ridhaNya di akhirat kelak. Di sini ada suatu kisah menarik yang semoga dapat memberikan kita hikmah dalam arti penting niat dalam bekerja, yaitu dikisahkan tentang seorang kakek pedagang buku agama yang hendak menunaikan sholat Jum’at dengan melewati gang kecil di pinggir kota.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di ujung gang keluar yang menuju jalan besar, kakek tersebut berjumpa seorang pemuda yang sedang duduk murung sambil memangku dagu. “Ada apa gerangan yang menimpamu, Anakku, hingga kamu duduk murung seperti itu?” “Sudah dua bulan ini saya menunggak bayaran sekolah, Kek!” Masih adakah ayah dan ibumu?” tanya kakek tersebut. “Keduanya sudah tiada!” “Sekarang kamu tinggal dengan siapa?” “Dengan paman saya, namun karena saya suka mabuk-mabukan paman mengusir saya dari rumahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang saya kehilangan pegangan. Saya merasa putus asa, Kek, saya menyesal. “Tidak usah resah, Nak. Bagaimana jika kamu tinggal bersama kakek dan mencoba berjualan kecil-kecilan?” “Berjualan apa, Kek?” “Berjualan buku-buku agama!” “Saya malu pada teman-teman saya jika berjualan di depan masjid besar sana.” “Mengapa harus malu? Kamu mestinya merasa malu bila melakukan perbuatan yang menyimpang seperti melakukan kejahatan atapun menzalimi orang lain. Ayolah! Bangkitlah! Jangan mengikuti rasa gengsi mau pun malu yang menyesatkan. Sesudah sholat Jum’at kita berjualan di depan masjid. Insya Allah, Tuhan akan melimpahkan berkahnya pada usaha kita.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anak muda itu pun bangkit mengikuti langkah si kakek tua pergi ke masjid menunaikan sholat Jum’at. Sesudah sholat Jum’at, mereka menggelar dagangan di depan masjid. Dua jam mereka berjualan dan mendapatkan hasil yang lumayan besar. Setelah sholat Ashar sang pemuda pulang ke rumah si kakek tua dengan penuh rasa syukur. Alhamdulillah, Ya Allah! Kini hamba mampu membayar uang sekolah dengan hasil jerih payah hamba sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apakah yang patut kita ambil dari sepotong kisah tadi adalah untuk apa kita malu, untuk apa kita gengsi selama pekerjaan itu benar di mata Allah, halal dan untuk menggapai ridho ilahi.</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=342&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/08/06/342/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesionalitas</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/26/profesionalitas/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/26/profesionalitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 04:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Profesionalitas, itulah kata yang didambakan kebanyakan orang. Bisa dibilang profesional itu identik dengan disiplin, kerja keras, usaha maksimal, bertanggung jawab, belajar tiada henti, dan tak mengenal putus asa. Memang biasanya hal ini akan ditemukan saat bekerja sama dengan orang lain walaupun agak sulit diterapkan oleh diri sendiri. Baru tau rupanya kalau kita menerapkan profesionalitas dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=89&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/05/profesional.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-131" title="Profesional" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/05/profesional.jpg?w=216&#038;h=215" alt="Profesional" width="216" height="215" /></a>Profesionalitas, itulah kata yang didambakan kebanyakan orang. Bisa dibilang profesional itu identik dengan disiplin, kerja keras, usaha maksimal, bertanggung jawab, belajar tiada henti, dan tak mengenal putus asa. Memang biasanya hal ini akan ditemukan saat bekerja sama dengan orang lain walaupun agak sulit diterapkan oleh diri sendiri. Baru tau rupanya kalau kita menerapkan profesionalitas dalam kehidupan sehari-hari pasti tidak akan pernah ditemukan sifat-sifat malas, tergantung orang lain, cepat merasa puas, lemas, pesimis, takut, dan selalu berfikir negatif dalam hidupnya.<span id="more-89"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang dalam aplikasinya sehari-hari profesionalitas itu bisa dibilang (meminjam istilah dosen Civic Education) adalah ‘above average’ atau diatas rata-rata orang umumnya. Memang semua itu dibutuhkan usaha yang pantang menyerah, karena kehidupan disiplin pasti akan menarik secara tidak langsung kepada keadaan seseorang agar menyesuaikan diri. Belajar dari bagaimana negara Singapura dalam mencetak para perwira-perwiranya yang tangguh dalam waktu tidak ada satu tahun memang harus dicontek. Keinginan belajar terus-menerus diiringi kerja keras dan usaha maksimal telah menghasilkan kader-kader yang tangguh dalam jumlah banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan malas, ngantuk, lemas itu harus dilawan dengan berbagai cara dalam usaha pencapaian maksimal dalam hidup. Jadi ingat teman yang mengatakan, “Jangan pernah menyesal orang yang tidak memaksimalkan apa saja dalam hidupnya karena hidup itu cuma sekali.” Intisari yang bisa diambil juga bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan tidak sia-sia. Berfikir positif selalu merasa unggul dan optimis pasti selalu mengiringi hidupnya, kalau misalnya kita melihat orang seperti itu pasti kita akan terpengaruh untuk mengikutinya jika kita juga berfikiran positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua itu tidak akan berjalan dengan baik kalau misalnya tidak ada perencanaan yang jelas. Rencana dan target itulah yang menjadi penentu pencapaian hidup ini, sepertinya kita akan merasa puas apabila suatu hal yang kita inginkan tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. Singkatnya jika rencananya tidak jelas maka dalam pelaksanaannya pasti akan ragu dan susah juga. Ada istilah jika seseorang telah gagal merencanakan hidupnya maka dia telah gagal dalam hidupnya. Iya bahwasannya itu semua telah diajarkan oleh Rosulullah sebagai contoh suri tauladan dalam menempuh hidup ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang tinggal prakteknya dan pelaksanaannya, bagaimanakah caranya agar kita bisa menjadi orang yang profesional. Terapkan dari sekarang sifat-sifat mau berusaha dan berkeinginan, bekerja keras, terus menerus belajar demi peningkatan diri, berdisiplin tinggi, membuat planning, berfikiran positif, selalu bersyukur dan berdoa. Semua itu memang kita kembalikan kepada Allah Yang Maha Kuasa, tidak boleh kita bersu’udhan apalagi menjelek-jelekan orang lain. Apalagi yang ditunggu sekarang? Sudah tau itu semua menguntungkan dan kelak akan membawa kepada keberhasilan tetapi kenapa sampai sekarang kita masih saja malas dan enggan menerapkannya. Seharusnya kalau sudah tau ya tinggal dikerjakan semaksimal mungkin bukannya malah malas terus mengikuti hawa nafsu pinginnya yang enak-enakan. Kelak Allah akan membalas hambanya yang beramal sholeh dan berbuat baik, kita kembalikan kepadaNya semua tetapi yang penting kita telah maksimal dalam berbuat.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=89&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/26/profesionalitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2009/05/profesional.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Profesional</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda &amp; Penjajah</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/10/pemuda-penjajah/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/10/pemuda-penjajah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 22:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic World]]></category>
		<category><![CDATA[Personality]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap tahun Bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Banyak hal yang perlu dikorbankan oleh bangsa, peperangan yang menimbulkan banyak korban, kerusakan dimana-mana, baik dalam segi moril ataupun materil. Tidak terasa umur bangsa ini telah mencapai puluhan tahun, banyak hal yang telah dicapai dan diperoleh, baik dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan keamanan. Tetapi tanpa disadari oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=242&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hampir setiap tahun Bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Banyak hal yang perlu dikorbankan oleh bangsa, peperangan yang menimbulkan banyak korban, kerusakan dimana-mana, baik dalam segi moril ataupun materil. Tidak terasa umur bangsa ini telah mencapai puluhan tahun, banyak hal yang telah dicapai dan diperoleh, baik dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan keamanan. Tetapi tanpa disadari oleh bangsa ini yaitu sebenarnya penjajahan yang mengerikan sudah terjadi. Dalam berbagai aspek kehidupan dapat dilihat dengan kasat mata.<span id="more-242"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Telah berkembang ‘joke’ ditengah masyarakat. Kalau di Indonesia, pemudanya bangga menggunakan dan mempunyai handphone yang mahal, multifungsi dan banyak feature. Padahal di Jepang sana, para pemudanya telah mampu membuatnya. Disini bisa dilihat bahwa bangsa ini besar, bangsa ini luas wilayahnya, bangsa ini telah berdaulat. Penjajahan secara fisik tidak mungkin dilakukan tetapi harus dilakukan dengan cara yang lebih ‘halus’.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam segi ekonomi, kita telah banyak mengimpor berbagai barang dari negeri lain, bahkan seseorang akan lebih bangga menggunakan barang buatan luar negeri dari pada barang dalam negeri. Dalam hal kehidupan bersosialisasi pun seakan-akan mengalami pergeseran yang nampak, sifat individual dan konsumtif telah menjajah negeri ini. Dan banyak contoh lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pemuda, yang merupakan generasi penerus dan tonggak harapan bangsa diharapkan mampu untuk membawa perbaikan. Bahkan ada suatu pepatah ‘melihat suatu bangsa itu lihat dari para pemudanya.’ Untuk itu perubahan suatu bangsa ditentukan oleh para pemudanya saat ini dalam bersikap, berfikir, dan bertindak. Suatu sifat ‘local wisdom’ perlu dipertahankan tanpa tertutup oleh berbagai hal disekitar kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Menciptakan suatu ‘filter’ terhadap hal-hal yang buruk perlu dibuat dan itu hanya bisa dicapai dengan belajar, berlatih dan berinstropeksi diri. Bangga dan percaya diri merupakan bagian dari itu semua. Jadi akankah diterima kalau bangsa ini terjajah yang kedua kalinya? Itu bisa dilihat dengan prestasi pemudanya di berbagai bidang baik dalam skala nasional maupun internasional.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&blog=1392671&post=242&subd=eljinjizy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2009/07/10/pemuda-penjajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>