<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>El-Jinjizy</title>
	<atom:link href="http://eljinjizy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eljinjizy.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 03:57:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='eljinjizy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>El-Jinjizy</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://eljinjizy.wordpress.com/osd.xml" title="El-Jinjizy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://eljinjizy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aisha</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2012/01/25/789/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2012/01/25/789/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 12:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Aisha bisa jadi adalah seorang wanita di antara sekian wanita Muslimah yang dilanda perasaan cemas, khawatir, dan takut. Bahkan kadangkala muncul juga lintasan ketidakrelaan hati akan takdirnya sebagai seorang wanita. Pasalnya, teks-teks hadist nabawi bahkan sisi ajaran Islam yang didengar dan diamatinya selama ini selalu menyoroti perangai dan tabiat wanita yang buruk-buruk, sehingga kaum wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=789&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2012/01/who_s_the_best_girl_by_bekkouche1.gif"><img class="alignright size-full wp-image-794" title="Aisha" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2012/01/who_s_the_best_girl_by_bekkouche1.gif?w=480" alt=""   /></a>Aisha bisa jadi adalah seorang wanita di antara sekian wanita Muslimah yang dilanda perasaan cemas, khawatir, dan takut. Bahkan kadangkala muncul juga lintasan ketidakrelaan hati akan takdirnya sebagai seorang wanita. Pasalnya, teks-teks hadist nabawi bahkan sisi ajaran Islam yang didengar dan diamatinya selama ini selalu menyoroti perangai dan tabiat wanita yang buruk-buruk, sehingga kaum wanita pada akhirnya menjadi mayoritas penghuni neraka. Lebih-lebih kalau dia harus pergi mengaji di depan ustadz yang suka menyudutkan wanita. Di depan ustadz tipe ini, kayaknya kaum hawa ini tidak ada sisi baiknya. Pikir dia, argumentasi dari teks-teks hadist yang mencela wanita itu kok ya benar (valid). Namun, ia juga tak habis pikir mengapa wanita harus dicela, padahal populasi manusia termasuk kaum laki-laki tak lepas dari peran keberadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terngiang-ngiang di telinganya, ucapan seorang ustadz menyitir hadist-hadist nabawi, “lelaki yang sempurna itu banyak, tetapi wanita yang sempurna itu hanya Aisyah (isteri Fir’aun), Maryam binti Imran, dan Khadijah binti Khuwailid,”<span id="more-789"></span> “Wahai wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, sesungguhnya aku melihatmu mayoritas penghuni neraka, karena kamu banyak mencela dan durhaka kepada suami,” dan “wanita adalah fitnah terbesar bagi laki-laki paska wafatnya Rasulullah SAW.” Nurani Aisha pun lebih berontak lagi manakala disebut-sebut “takutlah kamu akan wanita, sesungguhnya iblis menjadikan wanita perangkap yang paling efektif untuk menundukkan orang-orang yang bertakwa.” Na’udzu billah. Mengapa aku tidak menjadi laki-laki saja ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Aisha tidak hendak mengikuti pandangan para pemikir seperti Riffat Hasan (Pakistan), Fatima Mernissi (Maroko), Masdar F Mas’udi dan semacamnya. Ringan saja alasannya, pemberontakan mereka terhadap teologi wanita dalam Islam rasa-rasanya justru keluar dari fitrah kewanitaan. Apalagi penganjur kesetaraan gender itu dengan berani menuduh dua sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Umar bin Khattab dan Abu Hurairah, sebagai pengedar teks-teks hadist yang memojokkan wanita. Di lain waktu ingin rasanya bisa mencontoh Ibu Kartini, tetapi sejarah kemuslimahan pahlawan wanita ini belum bisa ditelusurinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aisha terus dan terus mencari jawaban dari kegalauan hatinya. Dan setelah melahirkan anak dari seorang suami yang saleh, barulah jawaban pas didapatinya. Ia membuka literatur-literatur klasik Islam dan membandingkannya dengan teks-teks kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadist, di samping nasehat-nasehat dari para ulama salaf akhirnya menjadi ramuan mujarab akan ketidaktenangan dia selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika disebutkan wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ada benarnya memang. Karena sejak di dunia, kuantitas wanita memang lebih banyak daripada kaum laki-laki. Lihat misalnya, sewaktu majelis taklim. Siapa yang mendominasi? Sisi lain, ia mendapati bahwa kelak wanita pun menjadi mayoritas penghuni surga. Beberapa hadist yang sahih menyebutkan kelak satu lelaki surga akan mendapatkan istri dari bangsa manusia ditambah tujuh puluh bidadari (dan tidak ada ceritanya kan bidadari itu laki-laki)</p>
<p style="text-align:justify;">Aisha pun lega hati manakala menyimak dengan seksama ‘dawuh-dawuh’ manusia utama yang menjadi panutannya: wanita sholihah adalah perhiasan dunia paling ekselen, wanita yang sabar kala ditimpa kematian dua atau tiga bayinya dijamin surga, wanita asal menjalankan sholat lima waktu, puasa dan mentaati suami dijamin masuk surga dari pintu yang dikehendakinya dan sebagainya. Puas dan bahagia rasanya menjadi wanita, apalagi kala mendengar untaian hadist, “surga itu berada di bawah telapak kaki ibu,” dan “pekerjaan wanita di dalam negeri menyamai jihad, sholat berjamaah, dan hajinya kaum laki-laki.” Ternyata luar biasa sekali penghargaan Islam terhadap kaum Hawa. Mengapa ini tidak disadari dan ditanggapi positif oleh kaumnya? Andaikan saja banyak Muslimah mau belajar dan mengenal lebih dekat lagi akan ajaran agamanya pasti sangat indah sekali, namun mengapa mereka enggan? gumam Aisha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=789&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2012/01/25/789/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2012/01/who_s_the_best_girl_by_bekkouche1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iran, apakah cuma sekedar program nuklir..?</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/12/14/777/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/12/14/777/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 03:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic World]]></category>
		<category><![CDATA[embargo]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Program nuklir yang terus dikembangkan oleh Iran rupanya membuat beberapa negara jadi agak ‘gerah’. Padahal berbagai cara hingga pemberian sangsi embargo telah dilakukan, namun rupanya semua itu seakan sia-sia. Apalagi sejak negara-negara maju (Barat) tidak ada niatan memberi kesempatan tukar-menukar uranium dengan Iran. Kejadian itu malah direspon dengan peningkatan pengayaan uranium sebesar 20 persen oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=777&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/12/iran-rudal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-778" title="Nuklir Missile" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/12/iran-rudal.jpg?w=480&#038;h=321" alt="" width="480" height="321" /></a>Program nuklir yang terus dikembangkan oleh Iran rupanya membuat beberapa negara jadi agak ‘gerah’. Padahal berbagai cara hingga pemberian sangsi embargo telah dilakukan, namun rupanya semua itu seakan sia-sia. Apalagi sejak negara-negara maju (Barat) tidak ada niatan memberi kesempatan tukar-menukar uranium dengan Iran. Kejadian itu malah direspon dengan peningkatan pengayaan uranium sebesar 20 persen oleh Iran, yang tentu saja semakin mendorong Amerika Serikat untuk terus lebih menekan. Menurut negara-negara Barat, tingkatan tersebut lebih dari yang dibutuhkan bagi pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai. Lah yang segitu saja sudah dicurigai tapi yang lebih dari itu malah dibiarin? Itulah yang disebut kebijakan standar ganda. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-777"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Belum lama ini sempat dibantah jika pesawat pengintai tanpa awak (drone) milik AS jatuh di tembak di wilayah Iran. Tapi kenyataannya memang pesawat itu tidak ditembak jatuh tapi malah ia mendarat mulus dengan resiko kerusakan kecil. Bantahan tentu saja digulirkan AS demi menjaga kredibilitas kemampuan persenjataannya di media masa. Untuk meyakinkan dunia, Garda Revolusi Iran pun akhirnya merilis video yang menampakkan pesawat pengintai tersebut. Pesawat yang mempunyai nomor ekor RQ-170 Sentinel serta memiliki kemampuan antiradar dan rupanya tinggal landas dari Afghanistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Iran tindakan penyusupan itu dianggap suatu agresi dan Iran pun protes secara resmi baik kepada Afghanistan maupun Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon. Seakan berita gembira yang harus dirayakan, tak lama kemudian Cina dan Rusia pun mengajukan permohonan izin agar supaya bisa menikmati ikut meneliti pesawat berteknologi canggih yang diproduksi oleh Lockheed Martin itu. Kebalikannya di negeri sendiri, berita dibajaknya pesawat ini merupakan kabar pukulan telak bagi AS.</p>
<p style="text-align:justify;">Iran rupanya telah belajar dari pengalamannya selama ini berinteraksi dengan Barat dan itu semua dijadikan bekal bahwa Iran mampu mandiri tanpa mau diatur maupun disetir kebijakannya. Julukan “Iran memprovokasi dunia” pun seakan hanya dianggap angin lalu, bahkan diikuti dengan berbagai sangsi embargo senjata dan ekonomi oleh negara-negara Barat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah keadaan ekonomi dunia kali ini tengah terpuruk. Berselisihnya negara-negara Uni Eropa dengan Inggris dalam menargetkan kesatuan fiskal lebih ketat untuk mengakhiri krisis utang terburuk di Eropa menjadi persoalan tersendiri, apalagi AS sangat tergantung sekali akan pasar Eropa. Sedang Iran malah berjaya seiring dengan meroketnya harga minyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabar akan penyerangan Iran akhir-akhir ini sering didengar di berbagai media masa, walaupun para analis meyakini kalau perang di abad ke-21 ini telah pecah. Bukan tanpa dasar yaitu dibuktikan dengan kejadian meledaknya beberapa fasilitas-fasilitas Iran secara misterius. Gaya berperang model sabotase dan spionase pun telah dilakukan keduanya. Selain meminimalisir resiko banyaknya korban manusia yang berjatuhan juga menghemat biaya peralatan tempur, bahkan bisa dibilang lebih efektif dalam keadaan terpaan isu ekonomi yang tidak jelas. Paling tidak pengalaman AS dalam perang Irak dan Afghanistan memberikan benturan tersendiri baik oleh warga negerinya maupun warga dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan untuk menyerang sebagaimana yang diinginkan sekutu AS yaitu Israel rupanya terlalu berisiko. Selain bisa memicu insiden yang lebih besar, Iran ini juga memiliki kekuatan militer terbesar di Timur Tengah disamping Israel. Kekuatan pasukan Iran terdiri dari 545 ribu personel aktif. Jumlah tersebut belum termasuk personel kepolisian dan tentara Garda Revolusi yang sangat ditakuti.  Personel cadangannya berjumlah 650 ribu, ditambah lagi relawan paramiliter yang dikenal sebagai Basij dengan jumlah anggotanya mencapai sekitar 12,6 juta orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan anggaran pertahanan US$9.17 milyar, personel militer Iran pun diperkuat dengan persenjataan yang cukup canggih. Termasuk rudal Shahab-3, yang diyakini Israel mampu menjangkau hingga 2.000 km. Iran juga memiliki rudal Ghadr-1 yang daya jelajahnya menjangkau 1.800 km dan rudal Sejjil dengan jangkauan 2.000 km. Pengalaman Iran akan embargo persenjataan menjadikan Iran mandiri akan memproduksi senjata dalam negeri sejak 1992, yang mana industri militernya telah berhasil memproduksi tank, kendaraan lapis baja, rudal pandu, kapal selam, sistem radar, jet tempur dan kapal militer.</p>
<p style="text-align:justify;">Belakangan ini, Iran juga secara resmi mengumumkan pengembangan senjata seperti Fajr-3 (MIRV), Kowsar, Hoot, Fateh-110, sistem rudal Shahab-3 dan pesawat tidak berawak. Ini akan menjadi lebih canggih lagi jika Iran mampu mengakses dan memanfaatkan teknologi canggih yang dimiliki pesawat drone AS. Tapi kemampuan pesawat drone Iran pun telah teruji ketika mampu mengikuti kapal tempur AS USS Ronald Reagan selama 25 menit tanpa terdeteksi sebelum kembali ke pangkalannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketakutan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Iran tidak hanya sekedar program nuklir saja, namun nyatanya lebih dari pada itu. Keadaan alam Timur Tengah yang kaya akan minyak merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri lebih daripada sekedar program nuklir semata. Buktinya negara-negara Uni Eropa pun masih bertentangan akan embargo Iran karena mereka pun masih mendapat pasokan minyak dari Iran. Iran pun sejak awal telah menjalin aliansi dengan Rusia dan Cina guna meredam AS dan sekutunya yang nampaknya berjalan dengan baik. Selain itu Rusia dan Cina juga tidak ingin sumber daya alam Iran jatuh ke Barat. Sepertinya strategi aliansi regional meredam ekspansi AS berhasil terus diupayakan oleh Iran.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika cuma masalah program nuklir, ada banyak negara memilikinya, bahkan mempunyai hulu ledak luar biasa dan jumlah yang lebih banyak dari Iran. Kemudian jika keadilan yang diutamakan maka tiap negara berhak memilikinya, namun pertanyaannya apakah hanya sekedar program nuklir saja kemudian Iran menjadi bulan-bulanan embargo negara-negara Barat? Yang pasti Iran sebagai negara yang berdaulat tidak akan terima ketika wilayahnya di ‘obok-obok’, harga diri bangsa itu penting dan ketegasan pemimpin negaranya itu lebih penting. Itu semua nampaknya telah ditunjukkan oleh Iran sebagai pelajaran yang berarti buat bangsa-bangsa lainnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=777&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/12/14/777/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/12/iran-rudal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nuklir Missile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimuliakan dan Dimanja</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/08/03/dimuliakan-dan-dimanja/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/08/03/dimuliakan-dan-dimanja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 16:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur&#039;an]]></category>
		<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[manja]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin teman-teman telah banyak mendengar tentang kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam ketika beliau dimakan oleh sejenis ikan paus. Ada suatu petikan hikmah dalam kisah tersebut tentang bagaimana orang yang berputus asa dan menghindar dari suatu kewajiban yang diamanahkan ke beliau. Dalam surat Ash-Shaffat ayat 139-140, Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya Yunus benar-benar seorang Rasul. (Ingatlah) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=763&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/08/dimuliakan-dan-dimanja.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-764" title="Dimuliakan dan Dimanja" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/08/dimuliakan-dan-dimanja.jpg?w=480&#038;h=300" alt="" width="480" height="300" /></a>Mungkin teman-teman telah banyak mendengar tentang kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam ketika beliau dimakan oleh sejenis ikan paus. Ada suatu petikan hikmah dalam kisah tersebut tentang bagaimana orang yang berputus asa dan menghindar dari suatu kewajiban yang diamanahkan ke beliau. Dalam surat Ash-Shaffat ayat 139-140, Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya Yunus benar-benar seorang Rasul. (Ingatlah) ketika ia lari (dari kewajiban) ke kapal yang penuh muatan.”<span id="more-763"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu Nabi Yunus ‘alaihis salam telah pergi meninggalkan satu medan dakwahnya, beliau lebih mengutamakan upayanya untuk mencari tempat atau medan lain yang menurutnya lebih baik, meski dengan konsekuensi harus meninggalkan kaumnya yang sementara itu mengingkari risalah. Apakah dengan menghindar kemudian beliau mendapatkan yang mudah? Justru karena rasa sempit yang dialami Nabi Yunus ‘alaihis salam lantaran sikap kaumnya itu, Allah SWT malah menurunkan sebuah peringatan kepadanya dengan kesempitan yang lebih dahsyat. Nabi Yunus ‘alaihis salam pun lalu diuji melalui tiga kegelapan, yaitu kegelapan di tengah perut ikan, kegelapan di tengah malam dan kegelapan di tengah dalamnya laut.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin tidak akan terbayang dalam benak kita bagaimanakah kita hidup dalam kesendirian, dalam kegelapan, kedinginan, ketakutan, dekat kematian dan tiada harapan. Dalam keadaan seperti itulah kita lalu ingat kepadaNya serta berharap, berdoa, meneteskan air mata, merenungi apa yang telah diperbuat dan menyesalinya sehingga tidak akan pernah mengulangi lagi perbuatan buruknya. Itu pun jika ia beriman, namun jika tidak, sebaliknya, pastilah ia telah mengakhiri masa hidupnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Lain kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam, lain pula dengan kisah yang satu ini. Suatu hari datanglah dua orang pemuda ke rumah seorang ustadz yang dikenal tinggi ilmunya namun rendah hati. Pemuda yang pertama lantas bertanya, “Ustadz.. kenapa sih hidup ini selalu saja penuh dengan yang namanya krisis, ketidakadilan, korupsi, ngantri sembako, BBM dan kemiskinan?”</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum ustadz tersebut menjawab, dalam kepala pemuda yang kedua saat itu telah berfikir banyak logika, mungkin bisa jadi karena itu, ini dan sebagainya. Pemuda yang kedua itu pun lantas mencoba menjawab duluan, kali saja sang ustadz membenarkan jawabannya. “Iya itu karena manusia mau menangnya sendiri, nggak mau tahu sama yang lain, sama kurang menerapkan ajaran agamanya. Istilahnya itu tahu agama tapi nggak peduli, padahal agama Islam itu tidak tidur tapi umat muslimnya aja yang tidur. Kita itu malas belajar, pinginnya semua serba instan. Belum lagi penjajah zaman dulu itu pada kurang ajar, masak cuma menjajah saja tanpa meninggalkan pendidikan, mending kan dijajah tuh sama Inggris daripada Belanda, coba lihat Malaysia dan India. (Heran dijajah kok bangga, masih minta pilih-pilih lagi, ckckck.. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> ) Apalagi negara-negara maju zaman sekarang juga cuma bisanya mengeksploitasi negara-negara berkembang. Benar nggak ustadz?” tanya pemuda yang kedua dengan pedenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata diluar dugaan dari jawaban pemuda kedua tersebut. Sang ustadz pun menjawab, “Sebenarnya Allah SWT itu tidak ingin kita itu hidup miskin anak muda, apalagi kita disuruh ngantri BBM terus sembako padahal negara kita kan kaya, apalagi merasakan ketidakadilan, kebodohan, korupsi dan lain sebagainya. Tujuannya kita itu diciptakan oleh Allah SWT justru malah sebaliknya, yaitu hanya dua tujuan saja. Yang pertama itu untuk dimuliakan dan kedua dimanja. Masih ingatkan ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam ‘alaihis salam, setelah itu diperintahkanlah semua makhluk untuk sujud kepada Nabi Adam ‘alaihis salam, lantas apa selanjutnya? Kemudian beliau itu dimanja di surga dan dimuliakan juga oleh Allah SWT.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Itulah kehidupan sebenarnya yang diinginkan Allah SWT kepada manusia, tidak hanya Nabi Adam ‘alaihis salam tapi juga keturunan-keturunannya. Namun hanya karena satu dosa yang dilakukan Nabi Adam ‘alaihis salam pada akhirnya hidupnya pun dipersulit. Padahal kan sudah diperingatkan untuk jangan memakan buah khuldi, eh tapi malah dimakan juga itu buah khuldi. Maka pada akhirnya diturunkanlah Nabi Adam ‘alaihis salam ini ke bumi. Lantas diberitahukanlah ini bumi dan itu ada pohon maka panjatlah dan petik buahnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Coba ingat kembali, yang dulunya tinggal kepingin makan buah langsung minta ada disediakan, sekarang di bumi harus memanjat dan memetik dahulu. Bahkan harus dikupas dulu baru bisa dimakan. Lebih susah hidupnya. Yang tadinya tinggal pesan, eh sekarang harus usaha dulu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Lalu apakah dosanya manusia kemudian berhenti? Tidak, bahkan dosa terus manusia, dan tidak berhenti tuh manusia berbuat dosa. Pada akhirnya sekarang nggak bisa yang namanya memetik tapi harus menanam dulu. Maka dari itu dia harus ambil benih dulu ditempat lain kemudian diletakkan di tanah yang subur, baru tumbuh dan kira-kira setelah 4 sampai 6 bulan atau satu tahun bahkan mungkin puluhan tahun baru dia bisa ambil hasilnya. Urutannya dipanen, dipetik, dikupas baru bisa dimakan. Lebih susahkan hidupnya? Iyaa.. tapi lantas apakah manusia kemudian berhenti berbuat dosa?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Nah sekarang tidak boleh hanya menanam tapi harus beli, akhirnya semua orang juga harus kerja keras untuk bisa beli sesuatu, pergi pagi banting tulang, pergi pagi pulang sore, pergi pagi pulang malam, pergi pagi pulang pagi lagi. Untuk bisa mendapatkan sesuatu. Lebih susahkan hidupnya?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi apakah manusia terus dosanya berhenti? Tidak, malah dosa terus manusia. Pada akhirnya sekarang nggak bisa beli, terus akhirnya ngutang. Jadi karena dosa, maka kehidupannya pun makin dipersulit sama Allah SWT. Beli ini ngutang, beli itu ngutang. Oke terus apakah kemudian berhenti manusia berbuat dosa? Malah tidak, tapi buat dosa lagi.” <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">“Nah akhirnya nggak bisa ngutang, tapi malah gali lubang tutup lubang, gali sini tutup sana, gali sana tutup sana. Terus apakah dosanya berhenti? Tidak juga… dosanya malah lanjut terus.. Pada akhirnya pun malah nggak bisa gali lubang tutup lubang tapi gali sumur tutup sumur. Subhanallah.. lantas apa yang harus kita lakukan supaya hidup kita tidak dipersulit?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Anak muda.. sebenarnya kalau kita itu ingin hidup damai, tenang, tentram, dimanja oleh Allah SWT itu gampang. Sederhana saja yaitu jangan pernah buat dosa. Ketika kita berhati-hati dari dosa maka keajaiban pun akan datang, seperti engkau hidup disurga, apa yang kita inginkan maka ‘cling’ ada, karena semua itu telah diambil alih oleh Allah SWT demi seluruh kehidupan kita. Sebenarnya beda kehidupan surga di dunia dan akhirat itu hanyalah kematian saja. Hal ini telah disadari dalam-dalam oleh orang-orang yang beriman, yaitu menunggu kematian. Ketika mereka mati maka mereka masuk ke surga yang hakiki. Jadi jika kita telah mencoba meminimalisir dan semakin kita berhati-hati dari dosa, maka keajaiban-keajaiban itu pun akan muncul.”</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah, mungkin saya tidak akan memberikan kesimpulan dalam tulisan saya ini, sahabat para pembaca pastilah bisa mengambil satu, dua atau bahkan lebih banyak pesan yang terkandung di dalamnya. Pertanyaannya, terus apa hubungannya nih kisah pertama tentang Nabi Yunus ‘alaihis salam dengan kisah kedua Nabi Adam ‘alaihis salam? Wah.. Silahkan ditentukan sendiri ya setelah membacanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun satu hal pasti dan yang sulit dari hidup ini adalah bersabar. Bersabar untuk menanti hikmah dari sebuah kegagalan, kesakitan, rintangan, tekanan, kebodohan, ketidakadilan dan lain sebagainya. Bersabar untuk diberikan yang terbaik dari yang baik. Bersabar untuk mengatakan kepada waktu, kapan saat yang dinanti itu datang. Hanya hambaNya yang bersabar yang dapat melihat cahaya sang Khalik dan mengatakan, “Inilah makna tersembunyi dari bersabar, mutiara yang indah ada di dalam cangkang kesabaran.”</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tulisan yang singkat ini menjadikan kita lebih dekat kepadaNya, juga memberikan sedikit manfaat dan berharap kita semua diberikan kesehatan, kemudahan, kebaikan, kesuksesan, ampunan, kasih sayang dan pahala yang melimpah di tengah kita menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan ini. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=763&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/08/03/dimuliakan-dan-dimanja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/08/dimuliakan-dan-dimanja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dimuliakan dan Dimanja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Singkat Teori-Teori Hubungan Internasional [2]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/28/mengenal-singkat-teori-teori-hubungan-internasional-2/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/28/mengenal-singkat-teori-teori-hubungan-internasional-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 09:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya pernah sedikit mengenalkan akan beberapa teori-teori awal dari studi HI yaitu realisme, liberalisme, neorealisme, dan neoliberalisme pada tulisan saya yang berjudul Mengenal Singkat Teori Hubungan Internasional yang pertama. Pada kesempatan kali ini saya akan coba melangkah kepada pengenalan teori lainnya yaitu teori-teori paska positivis. Okelah kita lanjutkan saja pada teori yang pertama yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=757&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/eljinjizy-wordpress-com.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-758" title="eljinjizy.wordpress.com" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/eljinjizy-wordpress-com.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Sebelumnya saya pernah sedikit mengenalkan akan beberapa teori-teori awal dari studi HI yaitu realisme, liberalisme, neorealisme, dan neoliberalisme pada tulisan saya yang berjudul Mengenal Singkat Teori Hubungan Internasional yang pertama. Pada kesempatan kali ini saya akan coba melangkah kepada pengenalan teori lainnya yaitu teori-teori paska positivis. Okelah kita lanjutkan saja pada teori yang pertama yaitu konstuktivisme sosial. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-757"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Konstruktivisme sosial ini mencakup luasnya teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi, seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan struktur serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi seperti perdebatan tentang ide yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. Konstruktivisme ini bukanlah murni teori HI, sebagaimana halnya neorealisme, tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut sebagai konstruktivisme konvensional dan kritis.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatan-kekuatan ide. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal adalah Alexander Wendt yang menulis tentang organisasi internasional pada tahun 1992 yang kemudian diikuti oleh satu buku berjudul Social Theory of International Politics tahun 1999. Dalam keterangannya menyatakan bahwa anarki itu adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara tersebut, maksudnya sendiri bahwa struktur anarki yang diklaim oleh para pendukung neorealisme sebagai pengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati, yang mana diistilahkan oleh Wendt yaitu sebagai anarki Hobbesian, maka sistem itu akan dikarakterkan dengan peperangan. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai anarki Lockean maka sistem yang lebih damai akan eksis. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara, bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non realis.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian estimologis tersebut. Para pendukung paska positivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas, ras, jender dapat menjadikan konstruktivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. Tapi penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt ini telah menimbulkan berbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. Para pakar positivis pun juga berpendapat kalau teori konstruktivisme sosial ini dianggap mengesampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk bisa dianggap sebagai teori positivis.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori yang kedua yaitu teori masyarakat internasional yang mana juga disebut aliran pemikiran Inggris. Teori ini berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma dan nilai tersebut dalam mengatur hubungan internasional. Contoh norma-norma seperti itu mencakup tatanan politik, diplomasi dan hukum internasional. Tidak seperti neorealisme, teori ini tidak selalu positivis. Mengapa? Karena pada teoritisi ini telah berfokus terutama kepada ikut campurnya humanitarian dan dibagi kembali antara pendukung yang cenderung lebih menyokong hal tersebut, dan para pendukung yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. Nicholas Wheeler adalah seorang pendukung terkemuka teori ini, sementara itu Hedley Bull sebaliknya mungkin cenderung perhatian kepada tatanan dan kedaulatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya adalah teori kritis. Maksudnya adalah menerapkan ‘teori kritis’ dalam aktivitas hubungan internasional. Teoritisi seperti Andrew Linklater, Robert W. Cox dan Ken Booth adalah pendukungnya yang lebih berfokus kepada kebutuhan terhadap emansipasi kebebasan manusia dari negara. Maksudnya adalah, teori ini bersifat kritis terhadap teori-teori HI mainstream yang telah ada sebelumnya cenderung berpusat kepada negara (state centric). Pengembangan yang ada kemudian dilanjutkan kepada teori-teori semisal fungsionalisme, neofungsionalisme, feminisme dan teori dependen.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori yang keempat adalah marxisme. Teori marxis dan neomarxisme dalam HI menolak pandangan realis ataupun liberalis tentang konflik dan kerja sama antar negara, tetapi sebaliknya lebih fokus kepada aspek ekonomi dan materi. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain, lantas memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. Para pendukung marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi dengan banyak hal yang mengejar akumulasi modal saja. Dengan demikian, periode kolonialisme pada saat itu dimanfaatkan untuk membawa masuk berbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) guna diekspor, sementara dekolonisasi membawa masuk berbagai kesempatan baru dalam bentuk ketergantungan (dependensi).</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan teori-teori Marx ini, ada teori dependensi yang menganggap bahwa negara-negara maju dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan, akan melakukan apapun untuk menembus negara-negara berkembang lewat penasehat politik, misionaris, pakar bahkan perusahaan-perusahaan multinasional yang mana untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam suatu sistem kapitalis. Fungsinya sendiri pada akhirnya untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan lebih meningkatkan lagi ketergantungan negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan marxisme ini sendiri kurang mendapatkan perhatian lebih di Amerika Serikat karena disana tidak ada partai sosialis yang signifikan. Sebaliknya teori ini lebih cenderung eksis di berbagai negara bagian Eropa dan juga merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis di Amerika Latin, semisalnya saja melalui teologi. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Yang terakhir yaitu teori paska strukturalis. Teori HI ini berkembang pada tahun 1980an dari studi-studi  paska modernis dalam ilmu politik. Paska strukturalisme lebih mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI, seperti contohnya saja kekuasaan dan agensi. Kemudian lebih lanjut diteliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini bisa membentuk aktivitas hubungan internasional. Penelitian terhadap narasi misalnya memainkan peran yang penting dalam analisa paska strukturalis, sebagai contoh dalam studi paska strukturalis, feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh kaum wanita dalam masyarakat global dan bagaimana juga kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai tanpa dosa (innocent) dan termasuk kategori warga sipil. Contoh-contoh lain riset paska positivis ini mencakup berbagai bentuk feminisme (gender war) dan paska kolonialisme.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=757&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/28/mengenal-singkat-teori-teori-hubungan-internasional-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/eljinjizy-wordpress-com.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eljinjizy.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu HI Yuk.. [12]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/25/belajar-ilmu-hi-yuk-12/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/25/belajar-ilmu-hi-yuk-12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 05:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Belajar ilmu HI kalau belum mengetahui tentang apa itu politik luar negeri rasanya belum afdol. Ya tentu saja karena politik luar negeri adalah salah satu kajian penting dalam studi hubungan internasional. Ada banyak pengertian akan apa itu politik luar negeri, namun saya akan mengutip salah satunya saja dari buku The Politics of Foreign Policy Change: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=750&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0096.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-751" title="Air Combat Art" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0096.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Belajar ilmu HI kalau belum mengetahui tentang apa itu politik luar negeri rasanya belum afdol. Ya tentu saja karena politik luar negeri adalah salah satu kajian penting dalam studi hubungan internasional. Ada banyak pengertian akan apa itu politik luar negeri, namun saya akan mengutip salah satunya saja dari buku The Politics of Foreign Policy Change: Explaining the Swedish Reorientation on EC Membership karya Jacob Gustavsson yang diterbitkan Lund University Press tahun 1998. Politik luar negeri itu adalah seperangkat maksud, tatacara, dan tujuan yang diformulasikan oleh orang-orang dalam posisi resmi atau otoritatif, yang ditujukan terhadap sejumlah aktor ataupun kondisi di lingkungan luar wilayah kekuasaan suatu negara, yang bertujuan mempengaruhi terget tertentu dengan cara yang diinginkan oleh para pembuat keputusan.<span id="more-750"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Masih agak bingung juga? Baiklah supaya lebih jelasnya kita bisa melihat ke bagan skema pembuatan kebijakan luar negeri dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-skema-pln.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-752" title="hi-skema-pln" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-skema-pln.png?w=480" alt=""   /></a>Disana terdapat 2 faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan politik luar negeri yaitu faktor internasional dan faktor domestik. Kedua faktor inilah yang digunakan sebagai basis pertimbangan oleh para pembuat kebijakan politik luar negeri, yang mana mampu melakukan proses pembuatan keputusan. Keputusan yang dihasilkan dapat berupa penyesuaian, program, masalah atau tujuan dan orientasi internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Joakim Eidenfalk dalam tulisannya yang berjudul Toward a New Model of Foreign Policy Change, Refereed paper presented to the Australasian Political Studies Association conference, University of Newscastle tanggal 25-27 September 2006 menguraikan akan faktor-faktor internasional yang biasanya diperhatikan oleh para pembuat kebijakan luar negeri. Faktor-faktor itu adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, faktor global yang berkaitan dengan perubahan sistem politik internasional yang punya dampak global dan juga negara dalam konteks pembuatan kebijakan luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, faktor regional yang berkaitan dengan lembaga-lembaga regional yang punya dampak tertentu atas formasi kebijakan luar negeri suatu negara. Ini biasanya juga termasuk norma-norma yang disepakati di dalam suatu regional khusus yang harus dipertimbangkan tatkala suatu negara menentukan politik luar negerinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, hubungan bilateral yang berkaitan dengan hubungan bilateral antar aktor negara juga lembaga-lembaga tingkat global ataupun regional. Aktor-aktor tersebut bisa mempengaruhi suatu negara dengan menggunakan metode aliansi, perdagangan, juga ancaman ekonomi dan militer.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, yaitu aktor-aktor transnasional seperti jaringan teroris, perusahaan multinasional, jaringan kriminal dan organisasi hak asasi manusia, yang memainkan peran untuk membentuk dan mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah tadi di uraikan tentang faktor internasional, kemudian beralih ke faktor domestiknya. Untuk faktor-faktor domestik yang biasanya diperhatikan oleh para pembuatan kebijakan politik luar negeri adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama yaitu birokrasi. Birokrasi sendiri seringkali di identikkan dengan keterlambatan kerja dalam mengadaptasi perubahan politik luar negeri, tetapi cenderung terdapat satu kelompok di dalam birokrasi yang punya akses pada pejabat tinggi yang efektif mengusahakan perubahan kebijakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua yaitu opini publik. Dalam hal ini opini publik bisa menjadi penting tatkala pejabat pemerintah butuh dukungan pemilih dalam rangkat menerapkan suatu kebijakan serta agar terpilih kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga yaitu media. Saat ini media itu sangat berperan penting dalam mensetting agenda dan membentuk opini publik. Media dapat menyediakan informasi dari pemerintah ke publik, bahkan media dapat menjadi investigator yang menyediakan informasi baru bagi pemerintah juga publik, yang mana bisa mempengaruhi perubahan kebijakan luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat yaitu kelompok kepentingan. Arti kelompok kepentingan di sini adalah kelompok yang terorganisir, yang terlibat dalam sejumlah aktivitas pengambilan keputusan pemerintah. Kelompok ini termasuk yang dibentuk warga negara, diorganisir berdasarkan isu-isu khusus, loby-loby bisnis, profesional, dan firma-firma hukum publik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima yaitu partai politik. Jika kita melihat peran dari partai politik itu sangat menentukan juga, karena partai politik bisa memberikan dukungan kepada pemerintah maupun sebaliknya bisa meneruskan dan mengubah politik luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah faktor-faktor domestik dan internasional ini kemudian diserap oleh para pembuat kebijakan. Sebagai manusia, para pembuat kebijakan juga dipengaruhi karakteristik yang melekat pada dirinya sendiri dalam memandang faktor-faktor domestik dan internasional tersebut. Karakteristik-karakteristik yang melekat tersebut adalah keyakinan, motif, gaya pembuatan keputusan, gaya interpersonal, kepentingan dalam hubungan luar negeri, dan pelatihan yang pernah didapatnya dalam aktivitas hubungan luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih lanjutnya begini, jika keyakinan itu mengacu pada asumsi-asumsi dasar pemimpin politik yang berakibat pada penafsirannya atas lingkungan, dan secara lebih jauh berdampak pada strategi-strategi yang diambil kemudian. Nah kalau motif itu mengacu pada alasan mengapa seorang pengambil keputusan luar negeri melakukan hal tersebut, dan ini meliputi motif akan afiliasi, motif kekuasaan, dan motif untuk disetujui. Sedangkan gaya pengambilan keputusan itu mengacu pada metode yang diambil seorang pembuat kebijakan seperti sebagaimana keterbukaan mereka akan informasi atau tingkat resiko yang harus diambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian untuk gaya interpersonal biasanya mengacu pada bagaimana seorang pemimpin politik melakukan kesepakatan dengan para pembuat kebijakan lainnya, yang meliputi dua jenis yaitu paranoid (kecurigaan berlebihan) dan machiavellian (perilaku yang manipulatif). Selanjutnya pelatihan yang diperoleh dalam hubungan luar negeri yang mana mengacu pada jumlah pengalaman yang diterima seorang pembuat kebijakan dalam konteks pembuatan kebijakan luar negeri, yang berpengaruh pada si pembuat kebijakan bertindak serta strategi apa yang akan diambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Habis itu kepentingan dalam hubungan luar negeri juga mengacu pada kepentingan yang hendak diambil seorang pembuat kebijakan luar negeri, di mana jika kepentingan tersebut kecil maka ia cenderung mendelegasikannya pada orang lain, sementara jika besar, maka ia akan melakukan pemantauan secara langsung. Mudahnya jika penting banget pasti pemimpinnya turun langsung seperti Presiden, nah jika kurang penting biasanya delegasi saja misal Menteri Luar Negeri, namun dilihat dulu apa, siapa, dan kepentingan apa dalam aktivitas hubungan internasional itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan mengenai proses pembuatan keputusan dalam politik luar negeri, ada beberapa tahap yang biasanya dilakukan oleh para pemimpin politik. Tahap-tahap tersebut adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Keinginan awal untuk membuat kebijakan</li>
<li>Rangsangan dari lingkungan atau aktor luar negeri.</li>
<li>Menerima beragam informasi</li>
<li>Melakukan penghubungan antara masalah dengan kebijakan</li>
<li>Membangun serangkaian alternatif</li>
<li>Membangun konsensus yang otoritatif atau pilihan</li>
<li>Menerapkan kebijakan baru.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sampai disini dulu pembahasannya, semoga tulisan sedikit ini bisa mengenalkan apa fungsi dari politik luar negeri, bagaimana mengidentifikasi pengambilan kebijakannya dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk memperbanyak sumber bacaan lainnya terutama dari buku pengantar ilmu hubungan internasional yang sudah banyak beredar serta berbagai tulisan tentang apa itu politik luar negeri. Patut diingat pula bahwa program studi Ilmu Hubungan Internasional atau Ilmu Sosial Politik itu bersifat sangat dinamis, selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kondisi sosial politik suatu negara juga dengan cepat berubah dan bergejolak. Seseorang yang akan menekuni Ilmu HI ini tentu saja diharapkan memiliki wawasan yang luas dan terkini. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/750/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=750&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/25/belajar-ilmu-hi-yuk-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0096.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Combat Art</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-skema-pln.png" medium="image">
			<media:title type="html">hi-skema-pln</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu HI Yuk.. [11]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/22/belajar-ilmu-hi-yuk-11/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/22/belajar-ilmu-hi-yuk-11/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 05:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Lebih luas untuk sekedar memberikan gambaran mengenai perkembangan politik internasional dari era ke era, dalam tulisan kali ini akan saya coba untuk mencantumkan grafik spider tentang kekuatan militer, ekonomi, dan COW Index. Yang terdiri dari index militer, ekonomi, teknologi, medis, pendidikan dan semacamnya. Semua itu diambil dari artikelnya William C. Wohlforth yang berjudul The Stability [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=742&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0097.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-743" title="Air Combat Art 0097" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0097.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Lebih luas untuk sekedar memberikan gambaran mengenai perkembangan politik internasional dari era ke era, dalam tulisan kali ini akan saya coba untuk mencantumkan grafik spider tentang kekuatan militer, ekonomi, dan COW Index. Yang terdiri dari index militer, ekonomi, teknologi, medis, pendidikan dan semacamnya. Semua itu diambil dari artikelnya William C. Wohlforth yang berjudul The Stability of a Unipolar World. Ini penting agar kita dapat melihat dan membandingkan serta bisa menguraikan perubahan peta politik internasional dari masa-masa awal hingga kedepannya. Oke kita lanjut saja kepada masa awal kejayaan Inggris yaitu pada masa Pax Britannica. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-742"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-paxbrittanica.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-744" title="hi-paxbrittanica" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-paxbrittanica.png?w=480" alt=""   /></a>Pada masa Pax Britannica, sistem politik internasional ditandai 6 negara dengan kekuatan militer, ekonomi, dan index COW tertinggi yaitu Britain (Inggris), Prussia (Jerman), France (Perancis), United States (Amerika Serikat), Rusia dan Austria. Saat itu Inggris memiliki kekuatan ekonomi tertinggi sementara kekuatan militer dipegang oleh Rusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-awal.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-745" title="hi-bipolaritas-awal" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-awal.png?w=480" alt=""   /></a>Pada era bipolaritas awal tahun 1950, terdapat 6 kekuatan signifikan yaitu United States, France, Jepang, Inggris, Uni Sovyet, dan Jerman. Amerika Serikat dan Uni Sovyet, memiliki kekuatan ekonomi, militer, dan index COW tertinggi. Jepang sudah mulai masuk ke dalam kekuatan politik dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-akhir.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-746" title="hi-bipolaritas-akhir" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-akhir.png?w=480" alt=""   /></a>Pada era bipolaritas akhir tahun 1985, Uni Sovyet memiliki kekuatan militer yang lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat, tetapi kekuatan ekonominya jauh melemah. Saat itu Cina mulai diperhitungkan dan masuk ke dalam struktur kekuatan politik terbesar dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-unipolaritas.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-747" title="hi-unipolaritas" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-unipolaritas.png?w=480" alt=""   /></a>Terakhir yaitu era unipopularitas 1996-1997 yang mana sistem politik internasional ditandai 7 kekuatan dunia yaitu Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman. Seluruh kekuatan militer, ekonomi, dan index COW lebih terkonsentrasi di Amerika Serikat. Namun, index COW Cina adalah yang paling mendekati Amerika Serikat ketimbang negara-negara lainnya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/742/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=742&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/22/belajar-ilmu-hi-yuk-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0097.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Combat Art 0097</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-paxbrittanica.png" medium="image">
			<media:title type="html">hi-paxbrittanica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-awal.png" medium="image">
			<media:title type="html">hi-bipolaritas-awal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-bipolaritas-akhir.png" medium="image">
			<media:title type="html">hi-bipolaritas-akhir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/hi-unipolaritas.png" medium="image">
			<media:title type="html">hi-unipolaritas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu HI Yuk.. [10]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/20/belajar-ilmu-hi-yuk-10/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/20/belajar-ilmu-hi-yuk-10/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 05:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Membahas ilmu hubungan internasional pasti akan diperkenalkan dengan istilah politik internasional. Padahal saya sudah mengungkit-ungkit istilah ini dari beberapa tulisan sebelumnya. Namun karena satu dan lain hal maka baru kita bahas dalam tulisan kali ini. Baiklah, politik internasional itu sendiri yaitu mengkaji interaksi antar aktor state atau negara dalam sistem politik internasional. Terus untuk menelaah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=739&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0137.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-740" title="Air Combat Art 0137" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0137.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Membahas ilmu hubungan internasional pasti akan diperkenalkan dengan istilah politik internasional. Padahal saya sudah mengungkit-ungkit istilah ini dari beberapa tulisan sebelumnya. Namun karena satu dan lain hal maka baru kita bahas dalam tulisan kali ini. Baiklah, politik internasional itu sendiri yaitu mengkaji interaksi antar aktor state atau negara dalam sistem politik internasional. Terus untuk menelaah politik internasional, ada baiknya jika kita melangkah ke level sistemik. Tujuannya agar supaya lebih mudah memberikan penggambaran secara garis besar atas politik internasional yang berlaku dewasa ini.<span id="more-739"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Masih ingat dengan aliran neorealisme yang melihat pola struktur sistem politik internasional berdasarkan pola interaksi antarnegara? Aliran ini juga menekankan pada aspek kekuatan nasional, yang digunakan negara tersebut dalam bertindak di dalam sistem politik internasional. Nah, penjelasan pada tulisan kali ini, saya akan menggunakan tradisi berpikir yang ada di aliran neorealisme ini. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Politik internasional dewasa ini ditandai dengan berakhirnya Perang Dingin tahun 1990an yang ditandai runtuhnya Uni Sovyet. Keruntuhan tersebut sekaligus menandai berakhirnya sistem politik bercorak bipolar. Bipolar adalah struktur sistem politik internasional yang ditandai kehadiran 2 negara yang memiliki kekuatan relatif besar ketimbang negara-negara lainnya. Sistem bipolar sebelum tahun 1990an diwakili oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Kini, sistem tersebut telah tiada dan digantikan dengan sistem unipolar.</p>
<p style="text-align:justify;">William C. Wohlforth dalam tulisannya berjudul The Stability of a Unipolar World dalam jurnal International Security volume 24 nomer 1 tahun 1999, secara meyakinkan menyatakan bahwa politik internasional dewasa ini itu ditandai dengan pola unipolar sistem. Mengapa ia beranggapan seperti itu? Iya karena Amerika Serikat kini menjadi negara superior dan banyak menentukan segala hal, semua itu didukung pula dengan menguasai sumber daya seperti militer, ekonomi, teknologi dan geopolitik yang relatif jauh di atas negara-negara lainnya paska Perang Dingin. Status unipolar ini tetap ada meskipun negara-negara lain berkesempatan menduduki posisi sebagai polar (kutub) seperti Jepang, Cina, Jerman, Rusia, Inggris dan Perancis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sistem unipolar, di mana kutub-kutub lain tidak ada ataupun belum terbentuk, Amerika Serikat berposisi sebagai hegemon. Marti Griffiths dalam tulisannya di Australian Journal of American Studies yang berjudul Beyond the Bush Doctrine: American Hegemony and World Order menguraikan kata Hegemon berasal dari bahasa Yunani yaitu Hegemonia yang berarti kepemimpinan. Dalam hubungan internasional, hegemon adalah pemimpin atau negara pemimpin. Ide dasar yang berada di belakang stabilitas yang bersifat hegemonik dalam sistem politik internasional adalah adanya sebuah negara yang mampu membuat juga memaksakan peraturan diantara anggota-anggota penting dari sistem politik internasional, misalnya saja demokratisasi, perdagangan bebas, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah kemampuan ‘membuat’ dan ‘memaksa’ tersebut hanya dapat dilakukan oleh negara yang mempunyai serangkaian kapabilitas. Apa saja kapabilitas tersebut? Yaitu meliputi perkembangan ekonomi yang besar, dominasi di bidang ekonomi dan teknologi, serta kekuasaan politik yang didukung oleh kekuatan militer yang signifikan. Namun disamping itu, sebuah negara hegemon juga mampu menggunakan soft power dalam melancarkan pengaruhnya ketimbang hard power.</p>
<p style="text-align:justify;">Soft power itu misalnya pengetahuan, diplomasi, teknologi atau show of force. Penggunaan soft power akan secara simpatik membuat negara-negara lain menerima pengaruh si hegemon tanpa perlawanan yang ‘kasar’ atau terang-terangan, terutama yang berpotensi menjadi rival. Di sisi lain, penggunaan hard power berakibat pada tingginya social cost, yang membuat berkurangnya simpati negara lain akan aksi si hegemon. Ditinjau dari teori hegemon ini, Amerika Serikat kelihatannya kurang secara penuh dapat dinyatakan sebagai hegemon. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengidentifikasi kembali posisi kebangkitan Amerika Serikat yang duduk di posisi kunci Unipolarity System dapat dilihat dari beraneka ragam sudut pandang. Namun sekurang-kurangnya G. John Ickerberry dalam tulisannya Strategic Reactions to American Preeminence: Great Power Politics in the Age of Unipolarity, menyebutkan ada 5 faktor, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, negara-negara yang potensial menjadi kutub baru relatif telah kehilangan landasannya. Misalnya saja, Rusia mengalami kemunduran segera setelah Perang Dingin berakhir dan kini pun, mereka pun cuma memiliki setengah kekuatan ekonomi ukuran menengah jika dibanding negara-negara Eropa lainnya. Cina masih merupakan negara berkembang dengan sejumlah masalah politik dan ekonomi dalam negeri sedangkan Jepang telah satu dekade mengalami kemunduran ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, perang dingin menghilangkan ganjalan bipolar kekuasaan Amerika Serikat. Jika dahulu Amerika Serikat menghabiskan sumber daya untuk 2 hal yaitu menjalin aliansi dengan negara lain yang menyita biaya dan tenaga, dan Uni Sovyet dulu mengetatkan pengawasan Amerika Serikat akan bahaya perang. Kini, sumber daya yang dihabiskan untuk menjalin aliansi jauh berkurang, sementara ancaman nyata Uni Sovyet juga telah hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga, tidak ada rival Amerika Serikat di bidang ideologi liberal. Komunisme telah runtuh dan sulit untuk kembali kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Empat, perang Afghanistan dan Irak menunjukkan kekuatan militer Amerika Serikat yang besar, bahkan bantuannya yang berlebihan terhadap Israel.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kelima, meski Perang Dingin telah berakhir, sistem klien dan hubungan keamanan dengan Eropa dan Asia Timur pun tetap berlanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah semoga dalam tulisan kali ini sedikit menjelaskan dan menguraikan tentang fenomena politik internasional serta cara-cara pendekatannya. Namun untuk lebih luasnya saya akan mencoba melanjutkannya dalam tulisan berikutnya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=739&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/20/belajar-ilmu-hi-yuk-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-0137.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Combat Art 0137</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu HI Yuk.. [9]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/18/belajar-ilmu-hi-yuk-9/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/18/belajar-ilmu-hi-yuk-9/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 05:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya sudah sedikit menulis tentang realisme. Dalam tulisan kali ini saya akan coba lanjutkan kepada beberapa aliran-aliran dalam ilmu hubungan internasional selanjutnya, yaitu idealisme. Akar filsafat politik aliran idealisme ini sendiri berasal dari Plato. Saat itu Plato membayangkan bahwa konsep-konsep seperti keadilan dan harmonisasi yang mempunyai sifat positif itu merupakan ide mutlak dan bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=734&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-45.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-735" title="Air Combat Art 45" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-45.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Sebelumnya saya sudah sedikit menulis tentang realisme. Dalam tulisan kali ini saya akan coba lanjutkan kepada beberapa aliran-aliran dalam ilmu hubungan internasional selanjutnya, yaitu idealisme. Akar filsafat politik aliran idealisme ini sendiri berasal dari Plato. Saat itu Plato membayangkan bahwa konsep-konsep seperti keadilan dan harmonisasi yang mempunyai sifat positif itu merupakan ide mutlak dan bisa diterapkan di dunia ini. Baginya pemimpin yang bisa menerapkan dan menerjemahkan itu semua adalah seorang yang bukan hanya filosof tapi juga sekaligus raja. Selanjutnya pemikiran Plato ini diteruskan oleh para kaum Stoic, yaitu raja-raja yang memanfaatkan filsafat Plato ini untuk memerintah. Maka dari itu telah dikenal bahwa ciri-ciri raja Stoic pastilah mereka yang menahan nafsu untuk berperang, dan beranggapan bahwa seluruh negara itu sama, yaitu sekumpulan warga dunia atau kosmopolitanisme dan saling bantu-membantu.<span id="more-734"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kosmopolitanisme ini mengembangkan suatu ide utopis yaitu berupa satu negara di dunia. Utopis sendiri berarti belum ada dalam kenyataan. Nah dari sinilah kemudian yang mengilhami akan lahirnya Liga Bangsa-Bangsa paska pecahnya Perang Dunia I. Tujuan lahirnya Liga Bangsa-Bangsa ini pada mulanya adalah untuk mencapai perdamaian internasional melalui hubungan kerjasama antar negara. Pemikiran yang melandasi berdirinya Liga Bangsa-Bangsa ini sering disebut aliran idealis, dan bagi para pendukungnya, seperti Presiden Amerika Serikat tahun 1920an Woodrow Wilson disebut bagian dari kaum idealis.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun pada kenyataannya, Liga Bangsa-Bangsa sendiri tidak mampu mencegah terjadinya Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939 sampai 1945. Nah kalau sekarang bagaimana? Apakah PBB sudah bisa mencegah terjadinya perang? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Paska kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam mencegah terjadinya perang, aliran idealisme kemudian mengembangkan diri ke dalam varian barunya yaitu liberalisme-institusionalis. Liberalisme-institusionalis ini memandang bahwa politik dalam negeri dari setiap negara itu penting. Di dalam politik dalam negeri itu, hal yang dipantau adalah aspek demokrasi dan penentuan nasib dari bangsa secara mandiri. Liberalisme-institusionalis bahkan juga memandang dan menyadari kalau Perang Dunia II itu dianggap sebagai kegagalan dari pandangan idealis dalam hubungan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini terbukti dengan sifat hubungan antar negara yang bukannya bekerjasama konstruktif, tetapi malah sebaliknya saling mengedepankan egoisme demi kepentingan nasional yang tengah dicapainya dengan penggunaan kekuatan militer. Maka dari itu, aliran realisme seakan-akan mendapatkan pembenaran atas pandangan mereka dalam melukiskan fenomena hubungan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab itu muncullah pengembangan dari aliran idealisme selanjutnya yaitu globalisme dan neoliberalisme institusionalis. Aliran globalisme ini muncul sebagai kritikan terhadap pandangan realisme yang secara sempit menganggap bahwa aktor politik internasional itu hanya negara saja. Bahkan globalisme juga mengkritik kalau realisme itu terlalu pesimis dan meremehkan dimensi pasifis atau suka damai yang ada pada tiap-tiap diri aktor politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Globalisme, yang tumbuh di tahun 1970an ini memandang bahwa aktor politik internasional itu tidak cuma negara, tetapi juga meliputi pemerintahan internasional (misalnya saja PBB), lembaga swadaya masyarakat (misalnya saja Red Cross, Green Peace), koalisi internasional (misalnya saja International Political Science Association), multi national corporation (misalnya saja Mc Donald, KFC, Toyota, Sony) ataupun asosiasi masyarakat transnasional (misalnya saja International Olympic Committee).</p>
<p style="text-align:justify;">Nah tidak seperti realisme, globalisme itu memandang kalau hubungan antar aktor lintas negara tersebut bersifat positif. Pencapaian kepentingan para aktor dapat diperoleh melalui sumber daya sosial yang terus-menerus berkembang sebanding dengan kemajuan teknologi, rasionalisasi cara produksi, dan makin rumitnya pembagian kerja antar aktor. “Permainan” ini dinamakan kerjasama internasional, yang mana masing-masing aktor itu ingin memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan tujuan dari globalisme sendiri adalah perdamaian dunia, yang dicapai melalui saling ketergantungan antar aktor di level internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan lain dari idealisme selanjutnya adalah neoliberalisme-institusionalis. Neoliberalisme-institusionalis muncul sebagai kritik dari neorealisme dalam memandang sistem politik internasional. Neoliberalisme-institusionalis sendiri merupakan pengembangan dari Liberalisme, yaitu ideologi yang berkembang di Eropa awal abad ke-19. Liberalisme ini sendiri lebih menekankan pada pemenuhan kepentingan individu semaksimal mungkin.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan neoliberalisme-institusionalis ini merupakan kombinasi antara liberalisme dengan realisme. Aliran ini pun juga sepakat dengan realisme bahwa negara itu adalah aktor internasional yang penting, tetapi di satu sisi ragu bahwa negara secara sendirian bisa mampu mencapai perolehan absolut ketimbang sekedar relatif saja. Karena pada saat negara berupaya mencapai kepentingannya, maka ia akan membentuk organisasi yang diperuntukkan bagi pencapaian kepentingannya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, posisi organisasi-organisasi semacam organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, gerakan sosial transnasional dan multinational corporation menjadi sama pentingnya dengan negara. Memang semua gerakan dalam politik internasional itu dilakukan oleh negara, tapi itu hanya sekedar langkah awal saja, sebab di akhir nanti penyelesaiannya kemudian diserahkan kepada organisasi-organisasi yang tadi sudah disebutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, organisasi-organisasi itu dapat saja mempengaruhi negara, dan sebaliknya. Negara akan sepenuhnya mendukung kerjasama ketika itu dianggap mampu menghasilkan perolehan kepentingan relatif maupun absolut. Sebaliknya, jika negara menilai organisasi tersebut tidak mendukung perolehan kepentingannya, mereka akan dianggap menentang. Bahkan bisa dinyatakan juga bahwa neoliberalisme-institusionalis ini dianggap sebuah teori liberal pilihan negara yang bisa memasukkan aktor-aktor dalam negeri secara luas, baik itu yang bersifat transnasional dan internasional, sehingga dapat dihubungkan dengan kepentingan domestik ke dalam suatu perilaku negara. Mudahnya, menurutnya neoliberalisme-institusional ini, bukan tidak mungkin bahwa politik luar negeri suatu negara itu bisa dipengaruhi oleh aktor-aktor domestiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai tokoh dari neoliberalisme-institusional ini, banyak yang mengidentikkannya kepada Robert Keohane dan Robert Axelrod. Kemudian untuk contoh dari organisasi-organisasi yang terbentuk serta berlatar belakang neoliberalisme-institusionalis ini adalah World Trade Organization, International Monetary Fund, World Bank, bahkan perusahaan-perusahaan swasta transnasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita mencoba menengok kembali terhadap bagan yang pernah saya berikan dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Belajar Ilmu HI Yuk.. [7], dapat diperhatikan bahwa munculnya realisme itu sebagai lawan dari idealisme. Realisme kemudian memperoleh kritikan dari globalisme (varian lain dari idealisme), namun globalisme sendiri juga kembali dikritik oleh varian realisme yang lain, yaitu neorealisme. Lebih lanjut neorealisme juga dilawan kembali oleh varian idealisme yaitu neoliberalisme-institusionalis yang mana kemudian dilawan kembali oleh varian baru yaitu realisme-strukturalis.</p>
<p style="text-align:justify;">Paling tidak sebagai penstudi hubungan internasional, kita bisa sedikit memahami apa itu realisme dan idealisme beserta varian-variannya. Tapi namanya juga ilmu HI ini bagian dari ilmu sosial dan politik, pastinya ia akan berkembang terus-menerus mengikuti keadaan zaman yang ada. Bahkan selain realisme dan idealisme, ilmu hubungan internasional ini juga dapat dikaji dengan beberapa aliran-aliran baru. Yang mana aliran ini terbentuk paska terjadinya pertentangan antara realisme versus idealisme serta seiring berjalannya waktu. Saya coba sebutkan sebagian aliran-aliran tersebut, misalnya saja teori dari imperialisme, dependensi, sistem dunia kapitalis dan masih banyak lagi yang lainnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=734&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/18/belajar-ilmu-hi-yuk-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art-45.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Combat Art 45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu HI Yuk.. [8]</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/14/belajar-ilmu-hi-yuk-8/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/14/belajar-ilmu-hi-yuk-8/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 14:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[anarki]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dependensi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[konstruktivisme]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[liberal]]></category>
		<category><![CDATA[marxis]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neorealis]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>
		<category><![CDATA[paskapositivis]]></category>
		<category><![CDATA[positivis]]></category>
		<category><![CDATA[realis]]></category>
		<category><![CDATA[struktural]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Belajar HI itu pasti akan dikenalkan dengan kata Realisme, apa itu? Sebuah nama makanankah? Sebuah nama jalan? Atau sebuah nama yang apalah arti sebuah nama? Halaah.. Baiklah untuk saat ini saya akan coba kenalkan dengan salah satu aliran dalam ilmu hubungan internasional yaitu realisme. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perkembangan aliran pemikiran dalam hubungan internasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=728&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-729" title="Air Combat Art" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art1.jpg?w=480&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>Belajar HI itu pasti akan dikenalkan dengan kata Realisme, apa itu? Sebuah nama makanankah? Sebuah nama jalan? Atau sebuah nama yang apalah arti sebuah nama? Halaah.. Baiklah untuk saat ini saya akan coba kenalkan dengan salah satu aliran dalam ilmu hubungan internasional yaitu realisme. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perkembangan aliran pemikiran dalam hubungan internasional itu pun memiliki akar dari filsafat politik. Realisme pun mendasarkan diri pada filsafat politik dari Thucydides dan Aristoteles.<span id="more-728"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Thucydides dianggap sebagai penulis realis dalam hubungan internasional yang pertama. Ia hidup pada tahun 400 SM di Athena dan menulis buku History of the Peloponnesian War. Yang mana buku tersebut berisikan dialog antara orang Melian dengan Athena. Jika orang Athena saat itu mengandalkan alasan idealis (keadilan), sementara itu orang-orang Melian lebih menekankan kepada kepentingan negara, fakta yang menyebabkan timbulnya perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah setelah itu barulah muncul konsep kedaulatan negara di akhir abad pertengahan Eropa. Konsep partikularis negara dari Marsilius Padua yaitu balance of power atau perimbangan kekuatan, dan teori negara dari Machiavelli, akhirnya ikut melengkapi juga akar filosofis aliran realisme dalam ilmu hubungan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Thucydides dan Aristoteles boleh kita sebut sebagai realis klasik, maka Machiavelli dapat juga disebut sebagai realis modern. Melalui karyanya II Principe dan Discourse, Machiavelli menguraikan tentang kekuasaan, kekuatan, formasi aliansi dan kontra aliansi, serta sebab-sebab terjadinya perang antar negara. Tidak seperti Thucydides, Machiavelli lebih memfokuskan diri kepada masalah-masalah keamanan nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau misalnya boleh ditambah lagi, realis modern itu selain Machiavelli ada juga Thomas Hobbes. Lewat karyanya yang berjudul Leviathan pada tahun 1651, ia menulis tentang bagaimana kondisi anarki Eropa selama ia hidup. Selain itu ia lebih berfokus kepada bagaimanakah negara-negara di Eropa saling berperang dan tidak menghormati perjanjian perdamaian. Dari pemikiran semacam Hobbes mengenai anarki dan kekuasaan inilah kemudian banyak berpengaruh kepada para teoretisi kontemporer semacam Hans J. Morgenthau lewat bukunya Politics Among Nations.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, aliran realisme ini pun mengalami perkembangan. Ini dikarenakan munculnya globalisme sistem politik internasional dari pihak idealisme. Owh iya saya tegaskan juga bahwa realis dan neorealis adalah berbeda. Realis itu beranggapan sistem internasional itu selalu dalam kondisi anarki, sementara neorealis menganggap kalau anarki itu akibat dari ketiadaan otoritas sentral. Perbedaan lainnya adalah, jika realis itu mengkaji aktor state atau negara yang berusaha memenuhi kepentingan nasionalnya, maka neorealis itu lebih membahas sistem internasional yang didalamnya terdapat hubungan antar negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih lanjut, realis dan neorealis juga berbeda dalam konsep ‘stabilitas’. Dalam hal ini realis menganggap keteraturan akan otomatis muncul jika masing-masing negara bisa memaksimalisasi kepentingan nasionalnya dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan dari negara lain, sedangkan neorealis itu memandang setiap negara itu harus mempertahankan posisi kekuatan relatifnya di dalam sistem yang ada. Sebab bagi aliran neorealis memandang kalau negara yang memaksimalisasi kepentingan ala realis maka akan disisihkan dari sistem politik internasional. Dalam hal ini neorealis pun mengajukan beberapa konsep yaitu unipolar (satu negara sebagai pusat kekuasaan), bipolar (dua negara sebagai pusat kekuasaan), dan multipolar (banyak negara sebagai pusat kekuasaan)</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan dari neorealis yang paling berpengaruh itu adalah neorealis-strukturalis yang dicetuskan oleh Kenneth N. Waltz. Neorealis-strukturalis ini menganggap kalau struktur sistem politik internasional itu sebagai penentu. Dalam sistem ini, kemampuan tiap negara untuk memenuhi kepentingan nasionalnya dibatasi oleh kekuatan negara lain. Sistem internasional ini akan terbentuk melalui perubahan dalam pola distribusi kemampuan antar masing-masing unit atau negara. Anarki internasional itu baru akan muncul ketika kekuatan salah satu negara berubah, baik itu berubah menjadi lebih kuat maupun menjadi lebih lemah. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan pandangan realis atas hubungan internasional. Dalam gambaran aliran realis itu, negara-negara yang ada di dunia ini berinteraksi layaknya seperti bola bilyard. Masing-masing terpisah dan saling bertabrakan sesuai dengan kepentingan nasionalnya sendiri-sendiri. Maka dari itu, kajian atas politik luar negeri menjadi inti kaum realis dalam hubungan internasional. Penekanannya lebih lanjut kepada aspek kepentingan nasional, sebagai dasar dari dibuatnya kebijakan politik luar negeri setiap negara. Bahkan realisme ini kemudian seakan-akan menjadi mapan tak tergoyahkan setelah Liga Bangsa-Bangsa saat itu tidak mampu menanggulangi konflik antar negara di Eropa pada tahun 1930an, yang pada akhirnya meletuslah Perang Dunia ke II.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=728&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/14/belajar-ilmu-hi-yuk-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/air-combat-art1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Combat Art</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa masih ada solusi untuk lingkungan hidup kita?</title>
		<link>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/13/apa-masih-ada-solusi-untuk-lingkungan-hidup-kita/</link>
		<comments>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/13/apa-masih-ada-solusi-untuk-lingkungan-hidup-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 04:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad El-Jinjizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[International Relations]]></category>
		<category><![CDATA[hi]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eljinjizy.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya bisa, semua itu selalu ada solusinya dan itu berkaitan dengan masalah politik dan ekonomi, karena memang harus ada kebijakan yang mengatur. Tetapi hambatannya, politik itu selalu kalah dengan uang, sehingga industrialisasi akan terus berjalan terus dan memang kemudian persoalannya adalah siapa yang secara multilateral akan mencegah hal itu. Kita hanya bisa memperlambat dan bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=721&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/sun-shine.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-722" title="Sun Shine" src="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/sun-shine.jpg?w=480&#038;h=270" alt="" width="480" height="270" /></a>Sebenarnya bisa, semua itu selalu ada solusinya dan itu berkaitan dengan masalah politik dan ekonomi, karena memang harus ada kebijakan yang mengatur. Tetapi hambatannya, politik itu selalu kalah dengan uang, sehingga industrialisasi akan terus berjalan terus dan memang kemudian persoalannya adalah siapa yang secara multilateral akan mencegah hal itu.<span id="more-721"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kita hanya bisa memperlambat dan bukan mencegah. Nah hal itu yang sangat berperan adalah Amerika Serikat, tapi Amerika Serikat sendiri tidak mau meratifikasi protokol Kyoto saat itu. Yang bisa kita lihat kontribusi Amerika Serikat terhadap Climate Change ini sangat minim, mestinya PBB sebagai lembaga dunia bisa bertindak secara multilateral dengan menindak negara-negara industri, karena penyumbang emisi terbesar adalah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah Indonesia sebaiknya lebih baik bekerja secara multilateral, ibarat dalam agama itu ‘Kuu anfusakum wa ahlikum naroo.’ Selamatkan dulu Indonesia, semacam illegal loging, dan pembatasan sepeda motor sebagai penyumbang gas. Tetapi hal seperti itu harus dilakukan beriringan, saling bantu membantu, seperti misalnya saja bekerja sama dengan ASEAN.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa membayangkan orang-orang yang hidup dipinggir pantai, kita tahu rumah-rumah mereka hancur karena abrasi air laut. Kemudian para petani kita kebingungan kapan tepatnya menanam, yang secara tidak langsung akan berdampak pada ketahanan pangan bangsa ini, dan hal lainnya. Yang pastinya bumi akan semakin rusak dan tidak nyaman untuk ditinggali.</p>
<p style="text-align:justify;">Herannya lagi bencana lingkungan ini juga masih dimanfaatkan, coba kita tengok misalnya saja pengaruh akan global warming dalam dinamika hubungan internasional. Bahkan sekarang kita mendengar istilah yang belum pernah ada yaitu ‘jual beli karbon’, alasannya karena ini akan menjadi ‘new business’ dalam hubungan internasional di masa depan. Sebenarnya Indonesia bisa saja memanfaatkan hutannya untuk meraih berbagai keuntungan. Cuma kekhawatirannya adalah banyak orang-orang tertentu yang hanya akan menjadi pemeras saja, maksudnya hanya mau mencari bantuannya saja. Indonesia ini sebenarnya sanggup dalam pembenahan cara-caranya namun masih lemah dalam implementasi. Korupsi dan penegakan hukum yang tebang pilih saja masih berlangsung disana-sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang hebatnya lagi Indonesia mencoba untuk menjual dengan murah hutan-hutannya. Dalam hal ini seharusnya Indonesia mempertahankan hutan tersebut dengan baik, misal untuk pendidikan dan pelestarian alam. Jangan dikit-dikit dijual mentahannya ke luar negeri, sudah saatnya kita itu mengolah hasil sumber daya alam kita sendiri. Bohong sekali kalau anak-anak bangsa ini tidak mampu dengan alasan tidak ada infrastruktur pendukung. Yang ada itu pemerintah cari-cari alasan yang lebih memihak kepada pihak luar dalam artian bukan memihak kepada kesejahteraan masyarakatnya sendiri. Malu sebenarnya, coba kita patut mencontoh misalnya saja Norwegia dapat melakukan konservasi alamnya dengan baik. Seharusnya Indonesia juga sudah selayaknya bisa seperti itu. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eljinjizy.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eljinjizy.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eljinjizy.wordpress.com&amp;blog=1392671&amp;post=721&amp;subd=eljinjizy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eljinjizy.wordpress.com/2011/07/13/apa-masih-ada-solusi-untuk-lingkungan-hidup-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76935ebbd750e2b28015705590e7185d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad El-Jinjizy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eljinjizy.files.wordpress.com/2011/07/sun-shine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sun Shine</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
