Keseimbangan Dunia & Akhirat

Esensi Ibadah dalam BekerjaPersoalan yang mendasar adalah pintu mana yang harus di lalui untuk mencari keridhaan Allah sebagai tujuan bekerja? Tidak perlu teori yang tinggi-tinggi ataupun yang ilmiah tetapi sering kita tidak sadari dan terlupakan, kita harus ingat dalam sebuah hadist, “Keridhoan Allah terdapat pada keridhoan orang tua, demikian pula kemurkaan Allah terdapat pada kemurkaan kedua orang tua.”

Hadist ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam mencari keridhaan Allah, harus melalui pintu pengabdian kepada orang tua. Sayang sekali hal ini sering terlupakan oleh kebanyakan manusia di muka bumi ini. Akibatnya kita banyak menyaksikan fenomena yang memilukan hati. Fenomena tersebut diantaranya di satu sisi kita melihat si anak hidup kaya raya tetapi membiarkan orang tua terlantar dan lain sebagainya.

Berdasarkan hadist diatas dapat disimpulkan bahwa anak seperti ini tidak akan mendapat ridha Allah, melainkan kemurkaan Allah semata.

Dari kehidupan di dunia ini kita hendaknya juga jangan melupakan kehidupan di akhirat kelak. Kalau kiranya yang menjadi pusat perhatian manusia untuk mengisi kehidupan hanya urusan dunia saja, kasihan! Mungkin bisa tercapai, tapi sungguh merugi, karena belum lebih dari tingkat makhluk yang lain.

Makhluk hidup lain selain manusia itu banyak ada yang berbentuk kambing, sapi, cacing, ular, kucing, dan lain sebagainya, makhluk- makhluk tersebut makan, minum, dan kawin atau berkembang biak. Tapi manusia seharusnya lebih dari itu ahsanu taqwiim…

Memang bayak manusia yang hanya memikirkan hidupnya di dunia ini, tidak memikirkan bagaimana nanti di akhirat, dalam Surat Al-Baqarah ayat 200 Allah berfirman :

“Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat”

Jika orang hanya memikirkan hidupnya yang sekarang didunia saja, di akhirat ia tidak mendapat bagian. Siapa orang- orang yang tidak dapat bagian di akhirat itu? Dimanakah kedudukannya? Insya Allah kita semua mengerti. Paling tidak, ingat! Jangan hanya memikirkan enaknya sekarang (itupun kalau berhasil enak), dan tidak memikirkan bagaimana kelak di kemudian harinya.

Kata-kata “kemudian hari” dapat dipahami mulai hari tua, anak cucu keturunan ynag ditinggalkannya, dan sesudah meninggal dunia di akhirat.

Bagaimana nanti di akhirat, dan bagaimana bekal yang ditinggalkan? Maka dari itu difirmankan olah Allah supaya kita berdoa yang baik, Dalam Surat Al- Baqoroh ayat 201 telah ditunjukkan doa yang baik :

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”

Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim. Jadi yang harus kita cari dan kita perjuangkan, bukan enaknya di dunia ini saja tapi harus selalu berusaha untuk kebaikan dunia dan akhirat, keuntungan dunia dan keuntungan akhirat.

3 thoughts on “Keseimbangan Dunia & Akhirat

  1. WWow..baguz banget tuh k’,makalahnya simpel,tapi lumayan nyentuuuuh… tapi nyentuh pa yaw?..ding!! ceiii maci jiwa pa ustadz nie yee…ditunggu lhoo yang trbaru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s