Profesionalitas

ProfesionalProfesionalitas, itulah kata yang didambakan kebanyakan orang. Bisa dibilang profesional itu identik dengan disiplin, kerja keras, usaha maksimal, bertanggung jawab, belajar tiada henti, dan tak mengenal putus asa. Memang biasanya hal ini akan ditemukan saat bekerja sama dengan orang lain walaupun agak sulit diterapkan oleh diri sendiri. Baru tau rupanya kalau kita menerapkan profesionalitas dalam kehidupan sehari-hari pasti tidak akan pernah ditemukan sifat-sifat malas, tergantung orang lain, cepat merasa puas, lemas, pesimis, takut, dan selalu berfikir negatif dalam hidupnya.

Terus terang dalam aplikasinya sehari-hari profesionalitas itu bisa dibilang (meminjam istilah dosen Civic Education) adalah ‘above average’ atau diatas rata-rata orang umumnya. Memang semua itu dibutuhkan usaha yang pantang menyerah, karena kehidupan disiplin pasti akan menarik secara tidak langsung kepada keadaan seseorang agar menyesuaikan diri. Belajar dari bagaimana negara Singapura dalam mencetak para perwira-perwiranya yang tangguh dalam waktu tidak ada satu tahun memang harus dicontek. Keinginan belajar terus-menerus diiringi kerja keras dan usaha maksimal telah menghasilkan kader-kader yang tangguh dalam jumlah banyak.

Perasaan malas, ngantuk, lemas itu harus dilawan dengan berbagai cara dalam usaha pencapaian maksimal dalam hidup. Jadi ingat teman yang mengatakan, “Jangan pernah menyesal orang yang tidak memaksimalkan apa saja dalam hidupnya karena hidup itu cuma sekali.” Intisari yang bisa diambil juga bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan tidak sia-sia. Berfikir positif selalu merasa unggul dan optimis pasti selalu mengiringi hidupnya, kalau misalnya kita melihat orang seperti itu pasti kita akan terpengaruh untuk mengikutinya jika kita juga berfikiran positif.

Semua itu tidak akan berjalan dengan baik kalau misalnya tidak ada perencanaan yang jelas. Rencana dan target itulah yang menjadi penentu pencapaian hidup ini, sepertinya kita akan merasa puas apabila suatu hal yang kita inginkan tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. Singkatnya jika rencananya tidak jelas maka dalam pelaksanaannya pasti akan ragu dan susah juga. Ada istilah jika seseorang telah gagal merencanakan hidupnya maka dia telah gagal dalam hidupnya. Iya bahwasannya itu semua telah diajarkan oleh Rosulullah sebagai contoh suri tauladan dalam menempuh hidup ini.

Sekarang tinggal prakteknya dan pelaksanaannya, bagaimanakah caranya agar kita bisa menjadi orang yang profesional. Terapkan dari sekarang sifat-sifat mau berusaha dan berkeinginan, bekerja keras, terus menerus belajar demi peningkatan diri, berdisiplin tinggi, membuat planning, berfikiran positif, selalu bersyukur dan berdoa. Semua itu memang kita kembalikan kepada Allah Yang Maha Kuasa, tidak boleh kita bersu’udhan apalagi menjelek-jelekan orang lain. Apalagi yang ditunggu sekarang? Sudah tau itu semua menguntungkan dan kelak akan membawa kepada keberhasilan tetapi kenapa sampai sekarang kita masih saja malas dan enggan menerapkannya. Seharusnya kalau sudah tau ya tinggal dikerjakan semaksimal mungkin bukannya malah malas terus mengikuti hawa nafsu pinginnya yang enak-enakan. Kelak Allah akan membalas hambanya yang beramal sholeh dan berbuat baik, kita kembalikan kepadaNya semua tetapi yang penting kita telah maksimal dalam berbuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s