Kepedulian Terhadap Lingkungan

Bencana alam yang berkelanjutan di penghujung tahun dan selalu terjadi berulang-ulang, seharusnya menjadikan kita semua menginstropeksi diri. Pasti ada yang salah dengan semua ini, apakah kita sudah bersikap adil dengan alam ini ataukah sebaliknya? kita juga masih ingat berbagai Konferensi Tingkat Tinggi telah diadakan di berbagai negara guna membahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah pemanasan global yang menjadikan iklim jadi tidak menentu sehingga berdampak pada kehidupan kita sehari-hari.

Fakta mengatakan pada  tahun 2006 saja, terjadi 59 kali bencana banjir dan longsor yang memakan korban jiwa 1.250 orang, merusak 36 ribu rumah dan menggagalkan panen di 136 ribu hektar lahan pertanian. WALHI mencatat kerugian langsung dan tak langsung yang ditimbulkan dari banjir dan longsor rata-rata sebesar Rp. 20,57 triliun setiap tahunnya, atau setara dengan 2,94% dari APBN 2006!

Untuk saat ini isu tentang lingkungan hidup memang sedang banyak dibahas, bahkan telah menjadi isu internasional. Ini didasari atas ketakutan manusia akan masa depan kehidupannya. Seharusnya sebagai umat muslim kita juga harus menyadari bahwasannya Islam tidak cuma membahas ibadah ritual semata. Allah telah menciptakan manusia sebagai proses penciptaan alam semesta itu sendiri dan memberikan nikmat berupa alam semesta dan memberikan amanah sebagai khalifah.

Kepedulian pemerintah dalam menentukan peraturan dan undang-undang serta hukuman yang berkenaan dengan pemeliharaan dan perusakan alam Indonesia seharusnya dipertegas lagi dan diiringi dengan sosialisasi yang berkelanjutan kepada seluruh penduduk di Indonesia. Ini juga harus diimbangi dengan kepedulian kita sebagai manusia yang diamanahi oleh Allah untuk menjaga, peduli dan jangan membuat kerusakan di bumi.

Musim panas yang berkepanjangan, curah hujan yang sangat deras, gelombang laut yang tinggi hingga naik ke permukaan laut, banjir dan tanah longsor hendaknya telah mengingatkan kita bahwasannya musibah itu merupakan ujian dan peringatan bagi kita. Penulis ingat ketika pendiri Islamic Foundation for Ecology and Enviromental Sciences (IFEES) hadir di Indonesia dan ditanya kenapa memilih menekuni isu-isu mengenai ekologi dan lingkungan hidup? Kemudian beliau menjawab karena kita adalah Muslim dan kita adalah khalifah dan penjaga yang ditunjuk oleh Allah SWT di muka bumi. Sekarang bagaimanakah dengan kita sebagai umat muslim Indonesia, sudahkah peduli dengan lingkungan hidup kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s