Belajar Ilmu HI Yuk.. [5]

Belajar Ilmu Hubungan Internasional Yuk.. [4]

Dalam belajar ilmu hubungan internasional diperlukan juga pengetahuan sejarah. Mengenai pentingnya sejarah paling tidak sudah pernah saya tuliskan di bab khusus dalam buku saya yang pertama. Sejarah inilah yang menentukan pandangan, perilaku, tindakan dan kebijakan para aktor dalam berinteraksi.

Kalau kita ingin belajar ilmu HI pastinya kita dikenalkan tentang sejarah sistem internasional mengapa bisa menjadi seperti saat ini. Dalam sejarah hubungan internasional itu sendiri sering dianggap berawal dari Perdamaian Westphalia pada 1648 yang mana saat itu dianggap sebagai perkembangan sistem negara modern.🙂

Mengapa dianggap sistem modern? Sebab sebelumnya, organisasi-organisasi otoritas politik pada abad pertengahan Eropa saat itu berdasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas.

Akhirnya perdamaian Westphalia ini membentuk suatu konsep legal tentang apa itu kedaulatan, yang pada dasarnya ini berarti bahwa penguasa, atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang juga memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama.

Kadangkala otoritas Yunani dan Roma Kuno dianggap mirip dengan sistem Westphalia namun keduanya itu tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai.

Nah Westphalia ini pun akhirnya menjadi pendukung bangkitnya negara-negara atau nation state, institusionalisasi terhadap diplomasi juga tentara. Melalui kolonialisme atau istilah kerennya penjajahan, maka sistem yang berasal dari Eropa ini pun dibawa juga ke Amerika, Afrika, dan Asia dengan berdalih menerapkan persamaan standar peradaban.

Memang sistem internasional kontemporer ini akhirnya dibentuk melalui dekolonisasi selama Perang Dingin.

Inilah asal muasal akan istilah negara-bangsa itu disebut modern, nah kalau ada banyak negara tidak masuk ke dalam sistem ini maka disebut sebagai pra-modern. Lebih lanjut, jika beberapanya telah melampaui sistem negara-bangsa maka dapat dianggap paska-modern.

Repotnya padahal setiap negara mempunyai wilayah, penduduk, kesejahteraan dan pendidikan berbeda-beda. Inilah yang kelak akan menjadi timbulnya permasalahan dan perbedaan yang mencolok dimasa-masa yang akan datang.

Dalam studi ilmu hubungan internasional nanti kita akan mengenal namanya level-level analisis. Yaitu cara untuk mengamati sistem internasional yang mana sistem internasional ini mencakup dua level. Pertama level individual yang menganggap individu atau negara-bangsa domestik sebagai suatu unit. Kedua yaitu level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan global.

Sedangkan mengenai teori hubungan internasional itu sendiri juga tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia Pertama. Pada awalnya, teori HI itu mengikuti tradisi panjang dari banyak karya ilmu-ilmu sosial.

Kemudian jika diperhatikan juga, penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional itu untuk membedakan antara disiplin Hubungan Internasional dan fenomena hubungan internasional. Pada zaman dahulu banyak orang yang mengutip sejarah perang Peloponnesia karyanya Thucydides sebagai landasan dari teori Realis, kemudian Leviathan karyanya Thomas Hobbes dan The Prince karyanya Machiavelli yang dianggap sebagai pengembangan lebih lanjut dari teori Realis.

Bahkan jika diperhatikan juga terhadap teori Liberalisme itu mengacu kepada karya Kant dan Rousseau, yang mana karya Kant ini sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari teori Perdamaian Demokratis.

Lebih lanjut kemudian mengemukalah juga gagasan-gagasan tentang hak-hak asasi manusia kontemporer yang mana secara signifikan dianggap berbeda dengan jenis hak-hak yang berasal dari hukum alam.

Tokoh-tokoh seperti Francisco de Victoria, Hugo Grotius dan John Locke dianggap memberikan inspirasi pertama akan hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum.

Bahkan kita juga tidak asing pada abad ke-20 lalu, selain teori-teori kontemporer internasionalisme dan liberalisme, Marxisme pun mengemuka menjadi salah satu landasan hubungan internasional pada saat itu.😉

Oke kita akan lanjutkan lagi tulisan ini dalam edisi selanjutnya.

Ataukah teman-teman ada yang berpendapat lain, kita bisa diskusikan lebih lanjut dengan  meninggalkan pesan dibawah ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s