Belajar Ilmu HI Yuk.. [10]

Belajar Ilmu HI Yuk.. [10]

Membahas ilmu hubungan internasional pasti akan diperkenalkan dengan istilah politik internasional. Padahal saya sudah mengungkit-ungkit istilah ini dari beberapa tulisan sebelumnya. Namun karena satu dan lain hal maka baru kita bahas dalam tulisan kali ini.

Baiklah, politik internasional itu sendiri yaitu mengkaji interaksi antar aktor state atau negara dalam sistem politik internasional. Terus untuk menelaah politik internasional, ada baiknya jika kita melangkah ke level sistemik. Tujuannya agar supaya lebih mudah memberikan penggambaran secara garis besar atas politik internasional yang berlaku dewasa ini.

Masih ingat dengan aliran neorealisme yang melihat pola struktur sistem politik internasional berdasarkan pola interaksi antarnegara? Aliran ini juga menekankan pada aspek kekuatan nasional, yang digunakan negara tersebut dalam bertindak di dalam sistem politik internasional. Nah, penjelasan pada tulisan kali ini, saya akan menggunakan tradisi berpikir yang ada di aliran neorealisme ini.😉

Politik internasional dewasa ini ditandai dengan berakhirnya Perang Dingin tahun 1990an yang ditandai runtuhnya Uni Sovyet. Keruntuhan tersebut sekaligus menandai berakhirnya sistem politik bercorak bipolar.

Bipolar adalah struktur sistem politik internasional yang ditandai kehadiran 2 negara yang memiliki kekuatan relatif besar ketimbang negara-negara lainnya. Sistem bipolar sebelum tahun 1990an diwakili oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Kini, sistem tersebut telah tiada dan digantikan dengan sistem unipolar.

William C. Wohlforth dalam tulisannya berjudul The Stability of a Unipolar World dalam jurnal International Security volume 24 nomer 1 tahun 1999, secara meyakinkan menyatakan bahwa politik internasional dewasa ini itu ditandai dengan pola unipolar sistem. Mengapa ia beranggapan seperti itu?

Iya karena Amerika Serikat kini menjadi negara superior dan banyak menentukan segala hal, semua itu didukung pula dengan menguasai sumber daya seperti militer, ekonomi, teknologi dan geopolitik yang relatif jauh di atas negara-negara lainnya paska Perang Dingin. Status unipolar ini tetap ada meskipun negara-negara lain berkesempatan menduduki posisi sebagai polar (kutub) seperti Jepang, Cina, Jerman, Rusia, Inggris dan Perancis.

Dalam sistem unipolar, di mana kutub-kutub lain tidak ada ataupun belum terbentuk, Amerika Serikat berposisi sebagai hegemon. Marti Griffiths dalam tulisannya di Australian Journal of American Studies yang berjudul Beyond the Bush Doctrine: American Hegemony and World Order menguraikan kata Hegemon berasal dari bahasa Yunani yaitu Hegemonia yang berarti kepemimpinan.

Dalam hubungan internasional, hegemon adalah pemimpin atau negara pemimpin. Ide dasar yang berada di belakang stabilitas yang bersifat hegemonik dalam sistem politik internasional adalah adanya sebuah negara yang mampu membuat juga memaksakan peraturan diantara anggota-anggota penting dari sistem politik internasional, misalnya saja demokratisasi, perdagangan bebas, dan lain sebagainya.

Nah kemampuan ‘membuat’ dan ‘memaksa’ tersebut hanya dapat dilakukan oleh negara yang mempunyai serangkaian kapabilitas. Apa saja kapabilitas tersebut? Yaitu meliputi perkembangan ekonomi yang besar, dominasi di bidang ekonomi dan teknologi, serta kekuasaan politik yang didukung oleh kekuatan militer yang signifikan.

Namun disamping itu, sebuah negara hegemon juga mampu menggunakan soft power dalam melancarkan pengaruhnya ketimbang hard power.

Soft power itu misalnya pengetahuan, diplomasi, teknologi atau show of force. Penggunaan soft power akan secara simpatik membuat negara-negara lain menerima pengaruh si hegemon tanpa perlawanan yang ‘kasar’ atau terang-terangan, terutama yang berpotensi menjadi rival.

Di sisi lain, penggunaan hard power berakibat pada tingginya social cost, yang membuat berkurangnya simpati negara lain akan aksi si hegemon. Ditinjau dari teori hegemon ini, Amerika Serikat kelihatannya kurang secara penuh dapat dinyatakan sebagai hegemon.🙂

Untuk mengidentifikasi kembali posisi kebangkitan Amerika Serikat yang duduk di posisi kunci Unipolarity System dapat dilihat dari beraneka ragam sudut pandang. Namun sekurang-kurangnya G. John Ickerberry dalam tulisannya Strategic Reactions to American Preeminence: Great Power Politics in the Age of Unipolarity, menyebutkan ada 5 faktor, yaitu:

Pertama, negara-negara yang potensial menjadi kutub baru relatif telah kehilangan landasannya. Misalnya saja, Rusia mengalami kemunduran segera setelah Perang Dingin berakhir dan kini pun, mereka pun cuma memiliki setengah kekuatan ekonomi ukuran menengah jika dibanding negara-negara Eropa lainnya.

Cina masih merupakan negara berkembang dengan sejumlah masalah politik dan ekonomi dalam negeri sedangkan Jepang telah satu dekade mengalami kemunduran ekonomi.

Kedua, perang dingin menghilangkan ganjalan bipolar kekuasaan Amerika Serikat. Jika dahulu Amerika Serikat menghabiskan sumber daya untuk 2 hal yaitu menjalin aliansi dengan negara lain yang menyita biaya dan tenaga, dan Uni Sovyet dulu mengetatkan pengawasan Amerika Serikat akan bahaya perang. Kini, sumber daya yang dihabiskan untuk menjalin aliansi jauh berkurang, sementara ancaman nyata Uni Sovyet juga telah hilang.

Tiga, tidak ada rival Amerika Serikat di bidang ideologi liberal. Komunisme telah runtuh dan sulit untuk kembali kuat.

Empat, perang Afghanistan dan Irak menunjukkan kekuatan militer Amerika Serikat yang besar, bahkan bantuannya yang berlebihan terhadap Israel.

Yang kelima, meski Perang Dingin telah berakhir, sistem klien dan hubungan keamanan dengan Eropa dan Asia Timur pun tetap berlanjut.

Baiklah semoga dalam tulisan kali ini sedikit menjelaskan dan menguraikan tentang fenomena politik internasional serta cara-cara pendekatannya. Namun untuk lebih luasnya saya akan mencoba melanjutkannya dalam tulisan berikutnya.😉

Salam Hangat dan Jabat Erat Selalu,

@jenggis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s