Belajar Ilmu HI Yuk.. [12]

Belajar Ilmu HI Yuk.. [12]

Belajar ilmu HI kalau belum mengetahui tentang apa itu politik luar negeri rasanya belum afdol. Ya tentu saja karena politik luar negeri adalah salah satu kajian penting dalam studi hubungan internasional.

Ada banyak pengertian akan apa itu politik luar negeri, namun saya akan mengutip salah satunya saja dari buku The Politics of Foreign Policy Change: Explaining the Swedish Reorientation on EC Membership karya Jacob Gustavsson yang diterbitkan Lund University Press tahun 1998.

Politik luar negeri itu adalah seperangkat maksud, tatacara, dan tujuan yang diformulasikan oleh orang-orang dalam posisi resmi atau otoritatif, yang ditujukan terhadap sejumlah aktor ataupun kondisi di lingkungan luar wilayah kekuasaan suatu negara, yang bertujuan mempengaruhi terget tertentu dengan cara yang diinginkan oleh para pembuat keputusan.

Masih agak bingung juga? Baiklah supaya lebih jelasnya kita bisa melihat ke bagan skema pembuatan kebijakan luar negeri dibawah ini:

Belajar Ilmu HI Yuk.. [12]Disana terdapat 2 faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan politik luar negeri yaitu faktor internasional dan faktor domestik.

Kedua faktor inilah yang digunakan sebagai basis pertimbangan oleh para pembuat kebijakan politik luar negeri, yang mana mampu melakukan proses pembuatan keputusan. Keputusan yang dihasilkan dapat berupa penyesuaian, program, masalah atau tujuan dan orientasi internasional.

Joakim Eidenfalk dalam tulisannya yang berjudul Toward a New Model of Foreign Policy Change, Refereed paper presented to the Australasian Political Studies Association conference, University of Newscastle tanggal 25-27 September 2006 menguraikan akan faktor-faktor internasional yang biasanya diperhatikan oleh para pembuat kebijakan luar negeri. Faktor-faktor itu adalah:

Pertama, faktor global yang berkaitan dengan perubahan sistem politik internasional yang punya dampak global dan juga negara dalam konteks pembuatan kebijakan luar negeri.

Kedua, faktor regional yang berkaitan dengan lembaga-lembaga regional yang punya dampak tertentu atas formasi kebijakan luar negeri suatu negara. Ini biasanya juga termasuk norma-norma yang disepakati di dalam suatu regional khusus yang harus dipertimbangkan tatkala suatu negara menentukan politik luar negerinya.

Ketiga, hubungan bilateral yang berkaitan dengan hubungan bilateral antar aktor negara juga lembaga-lembaga tingkat global ataupun regional. Aktor-aktor tersebut bisa mempengaruhi suatu negara dengan menggunakan metode aliansi, perdagangan, juga ancaman ekonomi dan militer.

Keempat, yaitu aktor-aktor transnasional seperti jaringan teroris, perusahaan multinasional, jaringan kriminal dan organisasi hak asasi manusia, yang memainkan peran untuk membentuk dan mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara.

Setelah tadi di uraikan tentang faktor internasional, kemudian beralih ke faktor domestiknya. Untuk faktor-faktor domestik yang biasanya diperhatikan oleh para pembuatan kebijakan politik luar negeri adalah:

Pertama yaitu birokrasi. Birokrasi sendiri seringkali di identikkan dengan keterlambatan kerja dalam mengadaptasi perubahan politik luar negeri, tetapi cenderung terdapat satu kelompok di dalam birokrasi yang punya akses pada pejabat tinggi yang efektif mengusahakan perubahan kebijakan.

Kedua yaitu opini publik. Dalam hal ini opini publik bisa menjadi penting tatkala pejabat pemerintah butuh dukungan pemilih dalam rangkat menerapkan suatu kebijakan serta agar terpilih kembali.

Ketiga yaitu media. Saat ini media itu sangat berperan penting dalam mensetting agenda dan membentuk opini publik. Media dapat menyediakan informasi dari pemerintah ke publik, bahkan media dapat menjadi investigator yang menyediakan informasi baru bagi pemerintah juga publik, yang mana bisa mempengaruhi perubahan kebijakan luar negeri.

Keempat yaitu kelompok kepentingan. Arti kelompok kepentingan di sini adalah kelompok yang terorganisir, yang terlibat dalam sejumlah aktivitas pengambilan keputusan pemerintah. Kelompok ini termasuk yang dibentuk warga negara, diorganisir berdasarkan isu-isu khusus, loby-loby bisnis, profesional, dan firma-firma hukum publik.

Kelima yaitu partai politik. Jika kita melihat peran dari partai politik itu sangat menentukan juga, karena partai politik bisa memberikan dukungan kepada pemerintah maupun sebaliknya bisa meneruskan dan mengubah politik luar negeri.

Nah faktor-faktor domestik dan internasional ini kemudian diserap oleh para pembuat kebijakan. Sebagai manusia, para pembuat kebijakan juga dipengaruhi karakteristik yang melekat pada dirinya sendiri dalam memandang faktor-faktor domestik dan internasional tersebut.

Karakteristik-karakteristik yang melekat tersebut adalah keyakinan, motif, gaya pembuatan keputusan, gaya interpersonal, kepentingan dalam hubungan luar negeri, dan pelatihan yang pernah didapatnya dalam aktivitas hubungan luar negeri.

Lebih lanjutnya begini, jika keyakinan itu mengacu pada asumsi-asumsi dasar pemimpin politik yang berakibat pada penafsirannya atas lingkungan, dan secara lebih jauh berdampak pada strategi-strategi yang diambil kemudian.

Nah kalau motif itu mengacu pada alasan mengapa seorang pengambil keputusan luar negeri melakukan hal tersebut, dan ini meliputi motif akan afiliasi, motif kekuasaan, dan motif untuk disetujui.

Sedangkan gaya pengambilan keputusan itu mengacu pada metode yang diambil seorang pembuat kebijakan seperti sebagaimana keterbukaan mereka akan informasi atau tingkat resiko yang harus diambil.

Kemudian untuk gaya interpersonal biasanya mengacu pada bagaimana seorang pemimpin politik melakukan kesepakatan dengan para pembuat kebijakan lainnya, yang meliputi dua jenis yaitu paranoid (kecurigaan berlebihan) dan machiavellian (perilaku yang manipulatif).

Selanjutnya pelatihan yang diperoleh dalam hubungan luar negeri yang mana mengacu pada jumlah pengalaman yang diterima seorang pembuat kebijakan dalam konteks pembuatan kebijakan luar negeri, yang berpengaruh pada si pembuat kebijakan bertindak serta strategi apa yang akan diambil.

Habis itu kepentingan dalam hubungan luar negeri juga mengacu pada kepentingan yang hendak diambil seorang pembuat kebijakan luar negeri, di mana jika kepentingan tersebut kecil maka ia cenderung mendelegasikannya pada orang lain, sementara jika besar, maka ia akan melakukan pemantauan secara langsung.

Mudahnya jika penting banget pasti pemimpinnya turun langsung seperti Presiden, nah jika kurang penting biasanya delegasi saja misal Menteri Luar Negeri, namun dilihat dulu apa, siapa, dan kepentingan apa dalam aktivitas hubungan internasional itu.

Sedangkan mengenai proses pembuatan keputusan dalam politik luar negeri, ada beberapa tahap yang biasanya dilakukan oleh para pemimpin politik. Tahap-tahap tersebut adalah:

    1. Keinginan awal untuk membuat kebijakan
    2. Rangsangan dari lingkungan atau aktor luar negeri.
    3. Menerima beragam informasi
    4. Melakukan penghubungan antara masalah dengan kebijakan
    5. Membangun serangkaian alternatif
    6. Membangun konsensus yang otoritatif atau pilihan
    7. Menerapkan kebijakan baru.

Mungkin sampai disini dulu pembahasannya, semoga tulisan sedikit ini bisa mengenalkan apa fungsi dari politik luar negeri, bagaimana mengidentifikasi pengambilan kebijakannya dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk memperbanyak sumber bacaan lainnya terutama dari buku pengantar ilmu hubungan internasional yang sudah banyak beredar serta berbagai tulisan tentang apa itu politik luar negeri.

Patut diingat pula bahwa program studi Ilmu Hubungan Internasional atau Ilmu Sosial Politik itu bersifat sangat dinamis, selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kondisi sosial politik suatu negara juga dengan cepat berubah dan bergejolak. Seseorang yang akan menekuni Ilmu HI ini tentu saja diharapkan memiliki wawasan yang luas dan terkini.đŸ˜‰

Salam Hangat dan Jabat Erat Selalu,

@jenggis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s