Rencana Kerja Bidang Politik Luar Negeri Pemerintah Indonesia Tahun 2013 (Bagian I)

rencana-kerja-bidang-politik-luar-negeri-pemerintah-indonesia-tahun-2013-eljinjizy-jenggis-design

Indonesia terus bekerja menjalankan perannya sebagai bridge builder dalam menghadapi berbagai perbedaan masyarakat antar-bangsa dipandu oleh semangat mewujudkan sejuta kawan tanpa musuh.

Politik luar negeri Indonesia secara konsisten menempatkan Indonesia sebagai bagian dari penyelesaian masalah berbagai tantangan global, sebagai suatu negara yang mengedepankan titik temu dan bukannya mempertentangkan berbagai kepentingan yang ada.

Peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2011 telah memberi bobot pada organisasi kawasan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya upaya untuk memastikan kesiapan negara-negara anggota bagi terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.

Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia dituntut aktif mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ASEAN, serta peningkatan people to people contact di antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kerja sama ASEAN dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakat ASEAN.

Dalam kepemimpinannya, Indonesia juga memastikan terkonsolidasinya satu tatanan kawasan baru melalui bingkai East Asia Summit. Pada tahun 2011, selain 16 negara yang telah tergabung di dalam East Asia Summit, bergabung untuk pertama kalinya Amerika Serikat dan Rusia, dua negara yang secara tradisional memiliki peran penting di kawasan Asia Timur.

Dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015, Indonesia telah menyelenggarakan KTT ASEAN pada tanggal 7-8 Mei 2011 dan menyampaikan pemikiran visi ASEAN paska 2015 mengenai peranan ASEAN di tingkat global, yang dapat menjadi tonggak ketiga proses konsolidasi ASEAN.

Di bidang politik dan keamanan, dalam KTT 18, Indonesia dinilai berhasil mendorong dikeluarkannya tiga “stand alone” Joint Statement mengenai beberapa hal yaitu:

  1. ASEAN Community in a Global Community of Nations.
  2. Pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation.
  3. Peningkatan kerja sama penanggulangan trafficking in persons di Asia Tenggara.

Kesepakatan-kesepakatan tersebut mendorong dihasilkannya produk substantif utama keketuaan Indonesia melalui penyusunan deklarasi pada KTT ke-19 ASEAN di bulan November 2011. Langkah strategis Indonesia untuk menggagas terbentuknya sebuah ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) sesuai dengan cetak biru Komunitas Politik Keamanan ASEAN telah memperoleh dukungan negara-negara anggota ASEAN.

Dengan adanya AIPR diharapkan dapat mengembangkan kapasitas ASEAN dalam penyelesaian dan manajemen konflik di kawasan.

Di bidang sosial dan budaya, pada KTT 18, para pemimpin ASEAN menyatakan tentang pentingnya partisipasi masyarakat sipil dalam pencapaian Masyarakat ASEAN pada tahun 2011, dan menyepakati untuk menjamin berjalannya Pusat Koordinasi ASEAN untuk bantuan kemanusiaan penanggulangan bencana secara efektif.

Terkait dengan pekerja migran, semua negara ASEAN berkomitmen untuk melaksanakan ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers yang telah diadopsi dalam KTT ASEAN ke 12 di Cebu, Filipina pada tahun 2007 dan menegaskan kembali komitmennya untuk mengembangkan instrumen perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran yang sesuai dengan visi ASEAN.

Indonesia juga memastikan terlaksananya komitmen-komitmen bersama menuju pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015.

Keketuaan Indonesia dalam ASEAN telah turut mendorong pengembangan infrastruktur nasional sebagaimana tercermin dari gagasan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) dengan physical connectivity sebagai elemen utamanya seperti pengembangan infrastruktur fisik pelabuhan, bandar udara, jalan raya, atau pembangkit listrik.

Seluruh perkembangan ini menggambarkan keinginan Indonesia untuk menjadikan ASEAN sebagai organisasi regional yang mampu menarik negara-negara utama dunia menjadi bagian dari proses soliditas ASEAN.

Di samping itu, peran Indonesia dalam menjaga keamanan nasional dan menciptakan perdamaian dunia terus ditingkatkan secara konsisten. Terkait dengan hal ini, Indonesia terus membantu perjuangan bangsa Palestina untuk mewujudkan cita-citanya menjadi negara yang merdeka, berdaulat dan utuh.

Indonesia secara konsisten menyerukan perlunya peningkatan kerja sama dan kemitraan di antara negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini diperlukan untuk menghadapi tantangan global, serta menciptakan perdamaian internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s