Rencana Kerja Bidang Politik Luar Negeri Pemerintah Indonesia Tahun 2013 (Bagian IV)

Rencana Kerja Bidang Politik Luar Negeri Pemerintah Indonesia Tahun 2013 (Bagian IV)

Indonesia juga telah memainkan peran aktif untuk mendorong reformasi tata kelola ekonomi dunia sebagai upaya untuk menangani krisis ekonomi global. Peran aktif tersebut berpeluang besar dilakukan di forum multilateral seperti kelompok 77, APEC dan G-20.

Pada pertemuan Sherpa G-20 di Paris Januari 2011, Indonesia menyampaikan sikap dan pendapat agar perundingan Doha dapat segera diselesaikan. Dalam memantapkan Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia telah melakukan berbagai kerjasama teknik atau bantuan teknik sebagai salah satu alat diplomasi Indonesia yang menggunakan soft power.

Kerjasama ini dilaksanakan untuk mendukung upaya-upaya diplomasi yang sedang dilancarkan, antara lain dalam rangka menjaga dukungan negara lain terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dukungan terhadap posisi Indonesia di dalam isu-isu internasional.

Bantuan teknik Indonesia diharapkan dapat mendorong perubahan pandangan dan sikap negara penerima bantuan terhadap Indonesia sejalan dengan kepentingan Indonesia.

Bagi Indonesia pengembangan KSS semakin penting dengan masuknya Indonesia sebagai negara dengan penghasilan menengah (middle income country) dan menjadi anggota G-20. Keanggotaan di G-20 memungkinkan Indonesia memberikan kontribusi yang penting dengan menyuarakan pandangan negara-negara berkembang terhadap berbagai perkembangan dunia yang dapat mempengaruhi stabilitas dan pembangunan di negara berkembang.

Perani ini akan semakin penting seiring dengan perkiraan bahwa posisi Indonesia akan meningkat menjadi kekuatan ekonomi ke sepuluh pada 2020, dan kelima pada tahun 2030 berdasar Supercycle, Standard Chartered tahun 2010.

Kebijakan KSS telah tercantum dalam Jakarta Commitment 2009 dan RPJMN 2010-2014. Hal ini telah ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Koordinasi Pengembangan KSS Indonesia berdasarkan SK Menteri PPN pada tanggal 2 Agustus 2010 dan 26 Mei 2011. Tim Koordinasi bertugas antara lain mengembangkan Grand Design KSS 2011-2025 dan Blue Print KSS 2011-2014.

Saat ini, Indonesia sudah mulai mengidentifikasi flagship program yang akan menjadi program KSS untuk mulai dilaksanakan pada tahun 2012 secara lebih terkoordinasi.

Kontribusi Indonesia dalam KSS sejauh ini di estimasi sebesar USD 42 juta dalam kurun waktu 2000-2010. Beberapa kegiatan telah dilakukan dan mendapat apresiasi internasional seperti antara lain program training inseminasi buatan, training keluarga berencana, pengiriman tenaga ahli dan bantuan peralatan pertanian ke Afrika, workshop disaster management, community empowerment program dan sebagainya.

Hubungan bilateral dengan negara-negara Afrika, Timur Tengah, Asia dan Pasifik juga dijalin melalui pemberian bantuan kerjasama teknik khususnya di bawah payung Kerjasama Selatan-Selatan. Dalam kaitan ini, sepanjang tahun 2011, Indonesia memberikan bantuan maupun kerjasama teknik di berbagai bidang di mana Indonesia memiliki kapasitas unggulan di bidang tersebut.

Berbagai kegiatan dalam bentuk pelatihan dan pemagangan yang melibatkan sejumlah besar peserta yang berasal dari wilayah Asia, Afrika, Timur Tengah dan Pasifik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s