Suriah: Apakah Hanya Sekedar Senjata Kimia (1)

Suriah-Apakah-hanya-sekedar-senjata-kimia-1-eljinjizy.wordpress.com

Jika melihat berita akhir-akhir ini, sepertinya rencana penyerangan US ke Suriah (Syria) banyak mendominasi baik media lokal maupun internasional. Rezim Bashar Al-Assad di Suriah telah dituduh memakai senjata kimia guna menyerang basis perlawanan pemberontak. Respon dunia khususnya diwakili PBB pun segera mengirim tim investigasi untuk menyelidiki langsung apakah informasi tersebut terbukti benar atau tidak.

Koalisi Barat yang dipimpin US tak segan untuk memberikan opsi penyerangan militer terhadap rezim Bashar Al-Assad saat ini. Walaupun belum lama ini Presiden Barack Obama mengaku telah melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan pembahasan agar Suriah sebaiknya memberikan senjata kimia mereka ke PBB. Itu pun tidak diberikan waktu lama, perkiraan hanya seminggu supaya rezim Assad menyerahkan senjata kimia mereka. Jika mereka benar-benar memilikinya.😉

Namun jika serangan itu tetap terjadi, hal ini tentu akan memicu stabilitas keamanan dan bisa jadi situasi Timur Tengah kembali memanas. Karena Suriah bukanlah negara yang berdiri sendiri yang akan menghadapi serangan US, namun juga akan melibatkan beberapa negara seperti Iran dan Rusia, walaupun secara finansial ada pula beberapa negara yang telah mensupport rezim Assad saat ini seperti Venezuela, Korea Utara, Irak, dan Algeria.

Suriah tidak memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara Arab

Suriah selama ini selalu berada di posisi yang berseberangan dengan mayoritas negara-negara Arab yang Sunni. Sudah dapat dipastikan apabila terjadi penyerangan militer, negara-negara Arab dengan sukarela akan memberikan akses pangkalan militernya kepada koalisi Barat.

Reaksi ini pun dapat membuat Suriah membalasnya dengan jangkauan rudal-rudal yang dimilikinya, walaupun diatas kertas dapat diketahui persenjataan Suriah dinilai lawas dan konvensional. Namun Suriah juga telah memiliki kekuatan rudal Balistik yang dapat menjangkau sasaran-sasaran strategis di Timur Tengah.

Jika kembali melihat pada pengalaman Perang Teluk pada tahun 1992, ketika rezim Saddam Husein saat itu diserang oleh pasukan koalisi multinasional, yang mana saat itu Saddam melakukan 39 serangan rudal Scud terhadap sasaran di Arab maupun Israel.

Bisa jadi dengan kapabilitas senjata kimia maupun biologi, dan sekali lagi apabila terbukti benar, maka Suriah mampu melakukan serangan balasan yang lebih mematikan dari yang dilakukan Saddam pada tahun 1991.

Lebih lanjut, Arab Sunni menyatakan prihatin bahwa transfer senjata Iran mengubah keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut dan telah menjadi kontes regional untuk keunggulan di Suriah antara Arab Sunni dan pemerintah Assad yang didukung Iran dan Hizbullah Libanon.

Pada tanggal 6 Maret 2013, Liga Arab pun memberikan anggotanya “lampu hijau” untuk mempersenjatai pemberontak Suriah. Kemudian tanggal 26 Maret 2013 pada KTT Liga Arab di Doha, Liga mengakui Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi, sebagai wakil sah rakyat Suriah.

Disamping itu sejak musim panas tahun 2013 , Arab Saudi telah muncul sebagai kelompok utama untuk membiayai dan mempersenjatai para pemberontak. Arab Saudi telah membiayai pembelian besar senjata infantri, dari Kroasia via laut melintasi Yordania. Perlakuan ini adalah bentuk sikap melawan pengiriman senjata dari Iran untuk pasukan Assad.

Jalinan hubungan antara Suriah dan Rusia

Rezim Bashar Al-Assad sendiri sesungguhnya telah didukung oleh Iran dan Rusia. Dalam hal ini kepentingan Rusia selain mempunyai motif perdagangan persenjataan maupun militer juga dilatarbelakangi agar Suriah tidak dikuasai oleh kelompok Islamis, Rusia berkaca kepada kekalahannya dahulu ketika masih bernama Uni Sovyet oleh perlawanan mujahidin di Afghanistan. Selain itu juga tak lepas dari pengaruh stabilitas keamanan regional serta pencegahan pengaruh US di Timur Tengah.

Secara tradisional Rusia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Suriah. Suriah merupakan terminal Rusia di Timur Tengah. Apalagi Rusia mempunyai satu-satunya pangkalan angkatan laut di Suriah bernama “Tartus” di luar bekas jajahan Uni Sovyet dahulu, yang selama ini menjadi tempat pemasok perlengkapan senjata dari Rusia.

Tentu masih dalam ingatan ketika beberapa waktu lalu Rusia berencana menjual sistem rudal darat ke darat dan darat ke udara S-300 yang menjadi kontroversi. Bahkan saat ini sejumlah kapal perang Rusia dan sejumlah kapal pendampingnya yaitu kapal anti-kapal selam bersama marinirnya telah memasuki laut Mediterania pada akhir Juli lalu. Pesan ini sebagai penegasan komitmen Rusia akan hubungan mitra strategisnya dengan Suriah.

Jalinan hubungan yang sangat dekat dengan Iran

Kalau bentuk dan dukungan Iran sendiri terhadap Suriah bersifat ideologis, meski berbeda corak, namun tetap kedua negara ini sama-sama menganut Syiah. Bashar Al-Assad sendiri adalah seorang Syiah Nushairiyah dan Iran merupakan Syiah Imamiyah. Nushairiyah bahkan lebih ekstrim dalam konsep keimamahannya.

Belakangan juga terungkap bukti dukungan Iran terhadap Bashar Al-Assad, bahkan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, sangat vokal dalam mendukung pemerintah Suriah. Pada hari Kamis, 04 Oktober 2012, sebuah dokumen rahasia Suriah yang dipublikasikan oleh Al-Arabiya Al-Hadats, mengungkapkan tentang kerja sama antara Suriah, Iran dan Israel dalam hal pengiriman senjata kimia ke Suriah.

Dengan judul “Soleimani bersama Bashar”, sebuah dokumen yang dikirim oleh Qassem Soleimani, komandan korps Iran Al-Quds, kepada presiden Bashar Al-Assad dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Persi.

Dalam dokumen tersebut terdapat sebuah pesan berbunyi “Kami beritahukan kepada Tuan Bashar Al-Assad, bahwa setelah rekomendasi komando gabungan, kami mengutus para petugas dan pakar di bidang penyiapan dan perakitan hulu ledak kimia dan biologi ke medan perang.  Dan bahwasannya untuk  kloter pertama, rudal-rudal telah siap untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang telah dikhususkan untuknya”, sebagaimana menurut laporan Al-Arabiyya net.

Setelah itu datang pesan teguran Rusia yang tersirat dalam dokumen yang dikirim oleh komando gabungan tersebut dari ibukota Rusia, Moskow, ke Suriah.

Di sisi lain, Brigade Al-Barra dari Dewan Revolusi di Ghauthah timur mengancam akan mengeksekusi tawanan yang berada pada mereka setelah gagal negosiasi dengan pemerintah Suriah di waktu genjatan senjata selama 48 jam

Sedangkan sekte Nushairiyah yang dianut Bashar Al-Assad sendiri merupakan pecahan kelompok Syiah Bathiniyah (Ismailiyah) yang mana lebih menuhankan Ali bin Abi Thalib. Sekte ini pertama kali didirikan oleh seorang budak Ali bernama Nushair. Mereka meyakini bahwa wujud Allah SWT bisa nampak dalam bentuk manusia. Dan setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi manusia yang lebih baik dari Ali bin Abi Thalib, maka Allah SWT tampak dalam bentuk mereka, berucap dengan lidah mereka dan melakukan sesuatu dengan kedua tangan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s